- Istimewa
IHSG Terkoreksi ke 8.265 Usai Reli Tiga Hari, Asing Jual Bersih Rp1,49 Triliun, BMRI Jadi Buruan
Daftar tersebut menunjukkan dominasi sektor perbankan, telekomunikasi, dan komoditas dalam radar investor asing. Saham big caps seperti BMRI, TLKM, dan BBNI tetap menjadi pilihan utama saat pasar bergerak fluktuatif.
IHSG Melemah Setelah Reli Tiga Hari
Koreksi IHSG ke level 8.265,35 terjadi setelah indeks sempat menguat selama tiga hari berturut-turut. Tekanan jual asing yang cukup besar menjadi salah satu faktor utama pelemahan kali ini.
Meski demikian, aksi beli selektif pada saham-saham tertentu mengindikasikan bahwa investor global belum sepenuhnya keluar dari pasar Indonesia. Strategi yang terlihat adalah rotasi sektor dan penguatan posisi di saham dengan fundamental dinilai solid.
Pergerakan ini juga mencerminkan dinamika pasar yang cenderung teknikal setelah reli pendek. Sebagian pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan (profit taking), terutama pada saham-saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan signifikan.
Sektor Perbankan Masih Menarik
Menariknya, tiga bank besar nasional yakni BMRI, BBTN, dan BBNI masuk dalam daftar net foreign buy. Hal ini mengindikasikan sektor keuangan masih dipandang prospektif di tengah kondisi pasar yang terkoreksi.
Sementara itu, saham berbasis komoditas seperti TINS, INCO, AADI, dan NCKL juga tetap dilirik, menunjukkan sentimen terhadap sektor sumber daya alam belum sepenuhnya meredup.
Dengan kombinasi net sell secara agregat dan net buy pada saham tertentu, pasar menunjukkan pola selektif. Investor asing tampak melakukan reposisi portofolio, bukan sepenuhnya menarik dana dari pasar saham Indonesia.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, arus modal asing, serta respons pasar terhadap data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam waktu dekat. (nsp)