news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gandeng Korea Selatan, Indonesia Siapkan Cybersecurity Skills Center di Bawah BSSN..
Sumber :
  • Ist

Gandeng Korea Selatan, Indonesia akan Bangun Pusat Pelatihan Siber Nasional untuk Perkuat Pertahanan Digital

Pelatihan keamanan siber bagi pejabat tinggi dengan menggandeng mitra Korsel, menjadi forum strategis untuk membedah elemen kunci dalam pengembangan SDM keamanan siber RI.
Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kerja sama internasional dinilai semakin krusial dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) keamanan siber Indonesia. Di tengah laju transformasi digital yang kian cepat, ancaman siber berkembang semakin kompleks dan menuntut kesiapan nasional yang lebih matang.

Penguatan SDM menjadi strategi utama untuk memastikan Indonesia mampu menghadapi berbagai potensi serangan digital. Karena itu, kolaborasi lintas negara terus digencarkan melalui beragam program pengembangan kompetensi guna membangun ekosistem keamanan siber yang kokoh dan berkelanjutan.

Salah satu inisiatif tersebut diwujudkan melalui program pelatihan yang melibatkan para pemangku kebijakan dan institusi terkait. Program ini diarahkan untuk menyelaraskan visi pembangunan sistem pendidikan dan pelatihan keamanan siber di tingkat nasional.

STEALIEN, perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber, mengumumkan telah menuntaskan program pelatihan undangan bagi pejabat tinggi Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek “Penguatan Kapasitas Pengembangan Tenaga Profesional Keamanan Siber Indonesia” yang diselenggarakan oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Pelatihan tersebut menyasar pengambil kebijakan senior yang memiliki tanggung jawab dalam perumusan kebijakan pengembangan SDM keamanan siber nasional.

Tujuannya adalah untuk membangun kesamaan persepsi mengenai arah sistem pendidikan dan pelatihan, sekaligus memastikan kebijakan dapat diimplementasikan secara berkesinambungan.

Program ini dilaksanakan menjelang pendirian Cybersecurity Skills & Vocational Center (CSVC) yang ditargetkan mulai beroperasi awal 2027.

CSVC akan menjadi pusat pelatihan keamanan siber yang didukung KOICA dan berperan sebagai institusi utama dalam pengembangan tenaga profesional serta pelatihan praktis di tingkat nasional. Fasilitas tersebut akan dibangun di lingkungan Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN), lembaga di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pelatihan berlangsung selama 10 hari, pada 3–12 Februari 2026, dan diikuti 10 pejabat tinggi dari sejumlah lembaga terkait, antara lain BSSN, Badan Intelijen Negara (BIN), satuan siber Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Pusat Siber Militer.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai tren keamanan siber global, sistem respons nasional, serta praktik terbaik dalam pengelolaan kurikulum dan pengembangan profesional keamanan siber. Sejumlah pakar turut hadir sebagai pembicara, termasuk Yoon Oh-jun, mantan Wakil Direktur ke-3 Badan Intelijen Nasional Korea dan Penasihat Senior Yulchon Law Firm; Shin Yong-seok, mantan Sekretaris Keamanan Siber Kantor Keamanan Nasional sekaligus CISO Toss Payments; serta Lee Seok-won, Kepala Kantor Kerja Sama Internasional Universitas Ajou.

Salah satu peserta dari Indonesia, R. Tjahjo Khurniawan selaku Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN, menyampaikan, “Mengalami dan mempelajari secara langsung kebijakan dan sistem respons keamanan siber Korea memberikan kontribusi besar dalam merumuskan arah kebijakan serta pengelolaan pusat pendidikan dan pelatihan keamanan siber Indonesia di masa depan,” ujarnya pada Rabu (18/2/2026).

Saat ini, STEALIEN bertindak sebagai pelaksana utama proyek KOICA melalui konsorsium bersama Universitas Ajou dan Solutek System.

Sebelumnya, konsorsium tersebut telah menggelar pelatihan jangka pendek bagi dosen dan praktisi Indonesia pada Januari lalu. Selanjutnya, pelatihan undangan jangka menengah bagi calon pengajar CSVC dijadwalkan berlangsung pada Maret hingga Agustus 2026.

Kim Gye-young, Direktur Eksekutif STEALIEN sekaligus penanggung jawab proyek KOICA, menilai pelatihan bagi pejabat tinggi ini menjadi forum strategis untuk membahas elemen kunci dalam pengembangan SDM keamanan siber.

Menurutnya, penguatan kapasitas tidak boleh berhenti pada aspek pendidikan, tetapi harus terintegrasi dalam kebijakan dan sistem nasional. Ia berharap pengalaman Korea dalam perumusan dan tata kelola kebijakan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan keamanan siber di Indonesia.

STEALIEN sendiri dikenal sebagai perusahaan offensive security yang didukung para white hacker kelas dunia, dengan pendekatan keamanan dari perspektif penyerang. Perusahaan ini memiliki lini bisnis utama meliputi solusi keamanan aplikasi mobile AppSuit, layanan red team penetration testing dan konsultasi keamanan terpadu, riset serta pengembangan teknologi peretasan dan keamanan, hingga pengelolaan platform pelatihan siber Cyber Drill System. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral