BSSN Ungkap Ada 5,5 Miliar Terdeteksi Insiden Siber di Era Kerja Hybrid Indonesia
- Istockphoto
Jakarta, tvOnenews com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Indonesia mencatat 5,5 miliar insiden siber sepanjang 2025, meningkat 714 persen dibandingkan rata-rata empat tahun sebelumnya dengan tambahan 1,52 miliar insiden yang terdeteksi pada awal 2026.
Tren ini memastikan semakin pentingnya keamanan dan manajemen endpoint terpusat bagi seluruh pelaku usaha.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, menyebutkan bahwa keamanan siber yang kuat bisa membuat fondasi ekonomi digital Indonesia lebih kuat.
“Pertumbuhan ekonomi digital ini harus diimbangi dengan kesadaran keamanan yang sepadan. Dalam sistem ekonomi digital, data dan informasi telah menjadi aset baru,” kata Nugroho.
Dia juga menjelaskan setidaknya ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam keamanan siber yakni kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability).
Aspek kerahasiaan berarti memastikan data atau informasi yang ada hanya diakses dan dikelola oleh pihak yang berhak.
Dalam konteks ini, data dan informasi harus dilindungi dengan sistem enkripsi. Aspek integritas meliputi keutuhan dan validitas data. Selain itu, aspek ketersediaan hadir untuk memastikan data dan sistem dapat diakses saat dibutuhkan oleh pengguna yang sah.
“Apabila ketiganya dikelola dengan baik, kita dapat melindungi data dan informasi dari terjadinya pencurian, manipulasi, pengambilalihan data, dan kerusakan data,” tegas dia.
Nugroho menambahkan bahwa membangun budaya kesadaran siber sama pentingnya dengan menerapkan teknologi keamanan.
“Kesadaran harus menjadi bagian dari tata kelola. Tidak hanya bicara soal firewall, enkripsi, atau standardisasi, tapi juga bagaimana manusianya memahami dan menjaga keamanan itu sendiri,” tuturnya.
Merespons hal itu, Hexnode, divisi perangkat lunak mengumumkan perjanjian distribusi baru dengan Ingram Micro. Kolaborasi ini memperkuat kehadiran keduanya di Asia Tenggara sekaligus memperluas portofolio dalam bidang keamanan endpoint enterprise.
"Melalui technical enablement, integrasi solusi, dan dukungan go-to-market, kami bertujuan membantu kebutuhan masyarakat yang lebih luas dan mempercepat adopsi modern device management di seluruh Indonesia," ujar President Director Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi, dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Load more