news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Setpres

Prabowo Ajak Korporasi Amerika Serikat Bangun Industri Indonesia: Kita Cari Mitra yang Serius dan Jangka Panjang

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengundang perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk menjadi mitra pembangunan industri nasional.
Kamis, 19 Februari 2026 - 14:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto membuka peluang babak baru hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat. Dalam kunjungan kenegaraannya, pemerintah menyiapkan penandatanganan perjanjian perdagangan besar yang diproyeksikan mengubah arah kerja sama kedua negara dari sekadar perdagangan menjadi kemitraan industrial strategis.

Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat berbicara di Forum Bisnis US Chamber of Commerce, Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.

Ia menegaskan kesepakatan dagang akan menjadi kepastian hukum bagi pelaku usaha sekaligus sinyal kuat bagi investor global.

“Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Saya pikir ini adalah perjanjian yang sangat signifikan bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara, serta bagi kawasan Pasifik yang lebih luas,” ujar Prabowo.

“Ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk terus memperdalam kerja sama ekonomi, memperkuat akses pasar, dan menciptakan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha,” lanjutnya.

 

Lebih dari sekadar transaksi dagang, Presiden secara terbuka mengundang perusahaan Amerika menjadi mitra pembangunan industri nasional. Menurutnya, Indonesia tidak hanya mencari investasi jangka pendek, tetapi kolaborasi jangka panjang untuk modernisasi ekonomi.

“Kita mencari mitra yang serius dan berjangka panjang, mitra yang akan bekerja bersama kita, menumbuhkan ekonomi bersama, dan saling menguntungkan. Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dalam upaya berkelanjutan kami untuk modernisasi dan industrialisasi negara saya,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti peran sovereign wealth fund baru Indonesia, Danantara, yang diproyeksikan menjadi motor hilirisasi nasional. Pemerintah, kata dia, telah memulai sejumlah proyek industri pengolahan.

“Kami terus maju dengan pengolahan industri hilir. Dan saya pikir Danantara akan menjadi mesin kunci untuk langkah ini. Misalnya, kami baru saja memulai 18 proyek baru, pengolahan hilir pada tahun ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga basis produksi regional yang strategis bagi perusahaan global.

“Saya pikir bagi perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap bahwa Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi. Indonesia dapat dilihat sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” ucapnya.

Di hadapan investor, Prabowo memaparkan fondasi ekonomi domestik sebagai jaminan keamanan investasi: pertumbuhan stabil di atas 5 persen, inflasi terkendali, dan disiplin fiskal. Bahkan aliran investasi asing dinilai terus meningkat.

“Foreign Direct Investment (FDI) sangat baik. Tahun lalu mencapai US$53 miliar. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap ekonomi kita, ukuran pasar kita, potensi pertumbuhan, stabilitas politik, dan arah kebijakan kita,” ucapnya.

Namun ia juga mengakui masih ada tantangan struktural, seperti korupsi dan aktivitas ekonomi ilegal. Pemerintah, tegasnya, akan menanganinya secara langsung.

“Saya memilih menghadapi masalah ini secara langsung,” tegasnya.

Prabowo menutup dengan menegaskan ambisi hubungan strategis jangka panjang Indonesia–Amerika Serikat, yang ia harapkan menghasilkan kemakmuran bersama.

“Kami ingin Amerika Serikat menjadi mitra strategis jangka panjang. Saya menutup dengan harapan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat akan terus berkembang. Mari kita sejahtera bersama. Win-win. Semua pihak mendapat manfaat,” tutupnya. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral