news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta..
Sumber :
  • Antara

Rupiah Tergelincir ke Rp16.788, Ketegangan AS–Iran Bikin Pasar Global Waspada

Rupiah melemah ke Rp16.788 per dolar AS pada Jumat, tertekan penguatan dolar dan sentimen geopolitik AS–Iran yang picu risk off global.
Jumat, 27 Februari 2026 - 14:20 WIB
Reporter:
Editor :

Menurut Rully, tekanan terhadap rupiah saat ini hampir sepenuhnya berasal dari faktor global. Dari sisi domestik, sentimen dinilai masih relatif minim dan belum cukup kuat untuk menahan laju pelemahan.

“Risiko geopolitik global, khususnya konflik dan ketegangan AS–Iran, mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven. Dari domestik, sentimennya masih minim,” ujar Rully.

Pergerakan Dolar AS Bervariasi

Di sisi lain, meskipun menguat terhadap rupiah, pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia terpantau bervariasi. Greenback tercatat melemah tipis 0,02 persen terhadap euro dan turun 0,14 persen terhadap yen Jepang.

Dolar AS juga melemah masing-masing 0,04 persen terhadap dolar Kanada dan 0,06 persen terhadap franc Swiss. Namun, mata uang Negeri Paman Sam justru menguat 0,04 persen terhadap dolar Australia dan bergerak stagnan terhadap poundsterling Inggris.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan dolar AS tidak bersifat merata, melainkan sangat dipengaruhi oleh sentimen regional dan karakter masing-masing mata uang.

Pasar Tunggu Arah Baru

Pelaku pasar kini cenderung menahan diri sembari menunggu perkembangan lanjutan dari isu geopolitik global serta rilis data ekonomi selanjutnya dari Amerika Serikat. Selama ketidakpastian masih tinggi, rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Analis menilai, stabilisasi rupiah membutuhkan kombinasi sentimen positif global dan dorongan dari dalam negeri. Tanpa itu, tekanan eksternal masih akan mendominasi pergerakan nilai tukar dalam waktu dekat.

Dengan kondisi global yang belum sepenuhnya kondusif, pasar diminta tetap waspada terhadap potensi volatilitas lanjutan, terutama jika ketegangan geopolitik kembali meningkat atau data ekonomi AS terus menunjukkan penguatan. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral