- Antara Foto
Emas Dunia Meledak Jelang Akhir Pekan, Investor Berbondong-bondong Cari Aman
Kondisi ini menciptakan dilema bagi investor. Di satu sisi, suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas. Namun di sisi lain, kekhawatiran inflasi yang membandel justru mendorong investor memburu emas sebagai pelindung nilai terhadap penurunan daya beli.
Ketegangan Global Tambah Daya Tarik Emas
Selain faktor inflasi, emas juga mendapat dorongan kuat dari meningkatnya ketidakpastian global. Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10 persen pada pekan ini. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas perdagangan internasional.
Situasi semakin memanas setelah pejabat Gedung Putih menyebut pemerintahan Donald Trump tengah mengkaji kemungkinan menaikkan tarif impor tersebut hingga 15 persen. Rencana ini dinilai berpotensi menambah tekanan inflasi sekaligus memperlambat aktivitas perdagangan global.
Dalam pidato kenegaraannya, Trump juga menyatakan hampir semua negara dan korporasi ingin mempertahankan kesepakatan tarif dan investasi dengan Washington. Pernyataan itu justru menegaskan adanya tarik-menarik kepentingan yang dapat memicu volatilitas pasar keuangan global.
Ketegangan perdagangan dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi ini membuat minat terhadap aset safe haven tetap terjaga. Emas kembali menjadi pilihan utama investor untuk mengamankan portofolio menjelang akhir pekan.
Safe Haven Kembali Bersinar
Secara historis, emas dikenal sebagai aset lindung nilai saat pasar diliputi ketidakpastian ekonomi, politik, maupun geopolitik. Logam mulia juga kerap diuntungkan ketika inflasi tinggi karena nilainya dianggap mampu menjaga daya beli.
Meski emas biasanya tertekan saat suku bunga tinggi, kondisi pasar saat ini menunjukkan faktor ketidakpastian dan inflasi lebih dominan dibandingkan sentimen suku bunga. Hal inilah yang mendorong reli harga emas dalam beberapa hari terakhir.
Analis menilai, selama tekanan inflasi AS belum sepenuhnya mereda dan ketegangan global masih berlangsung, harga emas berpeluang tetap berada di level tinggi. Namun, pasar juga akan mencermati rilis data PCE dan sinyal lanjutan dari The Fed untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Lonjakan harga emas pada penutupan pekan ini menegaskan kembali peran emas sebagai aset perlindungan di tengah badai ketidakpastian. Bagi investor global, emas kembali menjadi tempat berlindung yang paling dicari. (nsp)