- ANTARA
Bukan Cuma Rupiah! Mata Uang Asia Kompak Menguat Usai Sinyal Perang Mereda
Perubahan sentimen ini kemudian mendorong mata uang Asia menguat karena investor kembali masuk ke aset di negara berkembang.
Harga Minyak Dunia Turun Tajam
Selain sentimen geopolitik, penguatan mata uang Asia menguat juga dipicu oleh penurunan harga minyak dunia yang cukup drastis.
Harga minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 10,07 persen menjadi 88,99 dolar AS per barel pada pukul 09.10 WIB. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan hingga sekitar 10 persen.
Penurunan harga energi ini memberi sentimen positif bagi negara-negara Asia yang sebagian besar merupakan pengimpor minyak.
Dengan biaya energi yang berpotensi lebih rendah, tekanan terhadap ekonomi negara-negara Asia bisa berkurang. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mata uang Asia menguat pada perdagangan hari ini.
Pelemahan Dolar AS Dorong Penguatan Mata Uang Asia
Selain faktor minyak, pelemahan dolar AS juga memberikan dorongan tambahan bagi mata uang Asia menguat.
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia tercatat melemah sekitar 0,35 persen ke level 98,83.
Ketika dolar melemah, mata uang negara berkembang biasanya memiliki ruang lebih besar untuk menguat. Hal inilah yang membuat banyak mata uang Asia menguat secara bersamaan di awal perdagangan hari ini.
Bursa Saham Asia Ikut Melonjak
Penguatan mata uang Asia menguat juga terjadi bersamaan dengan lonjakan di pasar saham kawasan.
Sejumlah bursa utama Asia mencatat kenaikan tajam pada perdagangan pagi:
-
Bursa Jepang naik 3,52 persen
-
Bursa Korea Selatan melonjak 4,75 persen
-
Bursa Taiwan menguat 3,35 persen
-
Bursa saham Indonesia dibuka naik sekitar 1,7 persen
Kenaikan bursa saham ini menunjukkan munculnya sentimen risk-on, yaitu kondisi ketika investor mulai kembali berani mengambil risiko di pasar keuangan.
Situasi tersebut biasanya juga berdampak positif terhadap pergerakan mata uang Asia menguat.
Prospek Mata Uang Asia Masih Bergantung Situasi Global
Meski mata uang Asia menguat pada perdagangan hari ini, arah pergerakan dalam beberapa pekan ke depan masih sangat bergantung pada kondisi global.