news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gedung Bank Mandiri.
Sumber :
  • Istimewa

Bank-Bank BUMN Menghijau, Tapi Ada Satu yang “Nyungsep”! Saham Telkom Indonesia Jadi Pengecualian di Tengah Reli Perbankan

Saham bank BUMN seperti BBRI, BMRI, dan BBNI kompak menguat pada perdagangan terbaru, sementara TLKM justru melemah.
Selasa, 10 Maret 2026 - 14:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan saham perusahaan pelat merah kembali menarik perhatian investor pada perdagangan 10 Maret 2026. Mayoritas saham bank BUMN terlihat menguat dan stabil, sementara satu emiten besar justru mengalami tekanan tajam.

Data perdagangan menunjukkan saham perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), serta Bank Central Asia (BBCA) masih bergerak positif. Namun di sisi lain, saham Telkom Indonesia (TLKM) justru terkoreksi cukup dalam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor perbankan masih menjadi penopang utama pasar saham Indonesia, terutama dalam kelompok BUMN.

Saham Bank BUMN Stabil Menguat

Saham bank-bank besar terlihat relatif stabil sepanjang sesi perdagangan.

Saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi salah satu yang mencatatkan penguatan paling signifikan dengan kenaikan sekitar 1,87 persen ke level Rp4.910 per saham. Kinerja ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap bank terbesar di Indonesia tersebut masih cukup kuat.

Sementara itu saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mencatatkan kenaikan tipis sekitar 0,56 persen ke level Rp3.590. BBRI masih menjadi salah satu saham favorit investor karena dominasi bisnis mikro dan fundamental yang kuat.

Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) juga bergerak positif dengan kenaikan 0,47 persen ke level Rp4.310. Dengan rasio price to earnings sekitar 8 kali, saham ini masih dinilai relatif murah dibandingkan beberapa bank besar lainnya.

Di luar bank BUMN, saham Bank Central Asia (BBCA) juga ikut menguat sekitar 0,73 persen ke posisi Rp6.950, menunjukkan bahwa sektor perbankan secara umum masih mendapatkan sentimen positif dari pasar.

Telkom Jadi “Anomali” di Tengah Kenaikan

Berbeda dengan saham perbankan, saham Telkom Indonesia (TLKM) justru mengalami tekanan cukup besar.

Harga TLKM tercatat turun sekitar 3,87 persen ke level Rp2.980 per saham, menjadikannya salah satu saham BUMN dengan penurunan terbesar pada sesi perdagangan tersebut.

Tekanan terhadap TLKM bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti sentimen sektor telekomunikasi yang sedang menghadapi persaingan ketat, kebutuhan investasi besar untuk pengembangan jaringan digital, serta rotasi dana investor yang lebih memilih sektor perbankan.

Bank BUMN Masih Jadi Motor Indeks

Dalam komposisi indeks saham BUMN seperti IDXBUMN20, sektor perbankan memang memiliki bobot besar. Emiten seperti BBRI, BMRI, dan BBNI secara konsisten menjadi penggerak utama indeks tersebut.

Selain sektor perbankan, beberapa perusahaan BUMN lain juga menjadi konstituen penting, seperti:

  • Dayamitra Telekomunikasi (MTEL)

  • Jasa Marga (JSMR)

  • Perusahaan Gas Negara (PGAS)

  • Bukit Asam (PTBA)

  • Aneka Tambang (ANTM)

Namun dibandingkan sektor lain, saham perbankan masih menjadi pilar utama yang menopang kinerja pasar saham BUMN.

Analisis: Bank Masih Jadi Favorit Investor

Penguatan saham bank BUMN menunjukkan bahwa sektor keuangan masih dianggap sebagai sektor paling stabil di pasar modal Indonesia.

Fundamental yang kuat, pertumbuhan kredit yang stabil, serta pembagian dividen yang menarik membuat saham perbankan seperti BBRI, BMRI, dan BBNI tetap menjadi pilihan utama investor.

Sebaliknya, penurunan saham TLKM memperlihatkan adanya rotasi sektor di pasar, di mana investor lebih fokus pada sektor yang memiliki pertumbuhan laba lebih stabil dalam jangka pendek.

Jika tren ini berlanjut, saham bank BUMN berpotensi tetap menjadi motor utama pergerakan indeks saham Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral