news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • tvonenews.com/Abdul Gani Siregar

Harga Minyak Dunia Nyaris Tembus US$120 per Barel, Purbaya Pastikan APBN 2026 Masih Aman

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa secara rata-rata harga minyak mentah sepanjang tahun ini masih berada di bawah asumsi yang digunakan dalam APBN.
Rabu, 11 Maret 2026 - 17:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Lonjakan harga minyak dunia yang sempat mendekati US$120 per barel di tengah ketegangan geopolitik global tidak serta-merta mengguncang keuangan negara. Pemerintah memastikan ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih cukup kuat untuk menahan tekanan dari gejolak energi global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa secara rata-rata harga minyak mentah sepanjang tahun ini masih berada di bawah asumsi yang digunakan dalam APBN.

“Di sisi energi, realisasi harga minyak mentah Indonesia hingga Februari sebesar US$68,8 per barel. Estimasi kami, realisasi ICP secara year to date hingga Maret 2026 sekitar US$68 per barel. Ini sudah memasukkan kenaikan hingga US$120 per barel yang sebentar itu. Ini masih di bawah asumsi APBN sebesar US$70 per barel,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price dalam APBN 2026 sendiri dipatok pada level US$70 per barel. Dengan rata-rata realisasi saat ini yang masih lebih rendah, pemerintah menilai ruang fiskal masih cukup untuk mengantisipasi potensi fluktuasi harga energi global.

Karena itu, Purbaya menegaskan lonjakan harga minyak belum memberikan dampak signifikan terhadap struktur belanja negara, termasuk subsidi bahan bakar minyak.

“Sejauh ini masih terdapat ruang fiskal untuk mengantisipasi kenaikan harga dalam pelaksanaan APBN 2026,” tegasnya.

Pemerintah juga belum melihat urgensi untuk melakukan perubahan terhadap APBN tahun ini meskipun harga minyak sempat melonjak tajam di pasar global.

“Harga minyak sudah US$100 per barel, apakah pemerintah akan mengubah APBN? Belum. Kalau kita lihat di sini, rata-rata harga minyak mentah masih US$68 per barel,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah tetap memantau perkembangan situasi geopolitik, terutama konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi dunia.

Ia mengingatkan bahwa harga minyak masih berpotensi bergerak di kisaran US$90 hingga US$100 per barel, terutama jika terjadi gangguan jalur distribusi energi global seperti di Selat Hormuz.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:24
01:11
03:42
05:07
03:34
05:04

Viral