news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi dalam Bersama bertajuk “Iftar PNM Bersama Media: Lentera Dalam Makna” di Menara PNM, Jakarta, pada Rabu (11/3/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

PNM Mekaar Sentuh 16,1 Juta Nasabah Perempuan di 60 Ribu Desa, Dirut Arief Mulyadi: 2,4 Juta Sudah Naik Kelas

Dirut PNM Arief Mulyadi membeberkan kembali perjalanan awal PNM Mekaar yang dimulai 10 tahun lalu dengan misi sederhana, yakni mengubah harapan menjadi kemandirian.
Kamis, 12 Maret 2026 - 09:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mempertegas komitmennya sebagai katalisator kemandirian ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah melalui pembiayaan ultra mikro.

Selama satu dekade terakhir, pembiayaan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau PNM Mekaar diklaim telah memawa jutaan nasabah perempuan Indonesia untuk memperluas usaha dan naik kelas.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, saat acara “Iftar PNM Bersama Media: Lentera Dalam Makna” yang digelar di Menara PNM, Jakarta, Rabu (11/3/2026). 

Agenda ini jadi ajang silaturahmi antara manajemen PNM dan para jurnalis sekaligus memperkenalkan dampak program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan.

Dalam sambutannya, Arief mengingat kembali perjalanan awal program pemberdayaan PNM Mekaar yang dimulai sekitar satu dekade lalu dengan misi sederhana, yakni mengubah harapan menjadi kemandirian.

“Sepuluh tahun yang lalu, di awal 2016, kami memulai program PNM dengan cita-cita sederhana, mentransformasi gerakan dari harapan menjadi kemandirian. Syukur kalau setelah mandiri mereka bisa mentas dan naik kelas,” kata Arief.

Jangkauan PNM Mekaar Sentuh 60 Ribu Desa Lebih

Arief menjelaskan, langkah-langkah kecil yang dilakukan perusahaan kini telah berkembang menjadi jaringan pemberdayaan yang luas di seluruh Indonesia.

Menurut dia, saat ini PNM didukung sekitar 74 ribu insan PNM yang bekerja langsung di lapangan.

Mereka menjalankan aktivitas pemberdayaan di lebih dari 60.260 desa dan kelurahan dari sekitar 84 ribu desa yang ada di Indonesia.

PNM Mekaar juga melayani sekitar 943 ribu kelompok nasabah, dengan total sekitar 16,1 juta nasabah yang berinteraksi langsung dengan perusahaan.

“Langkah-langkah kecil kami bersama ternyata membuahkan hasil. Setiap hari ada aktivitas di lebih dari 60 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, melayani hampir satu juta kelompok nasabah,” paparnya.

Talkshow inspiratif dalam Bersama bertajuk “Iftar PNM Bersama Media: Lentera Dalam Makna” di Menara PNM, Jakarta, pada Rabu (11/3/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Lebih anjut, Arief mengungkapkan bahwa dalam empat tahun terakhir saja, sekitar 2,4 juta nasabah PNM berhasil naik kelas ke lembaga keuangan yang lebih besar. Sebagian di antaranya kemudian menjadi nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Pegadaian.

Melalui Mekaar, mobilitas sosial tersebut merupakan bagian dari integrasi ekosistem keuangan dalam holding ultra mikro yang dibentuk pemerintah.

“Dalam empat tahun terakhir sudah ada sekitar 2,4 juta nasabah yang naik kelas menjadi nasabah BRI dan Pegadaian. Itu merupakan wujud pencapaian KPI kami dalam pembentukan holding ultra mikro,” kata Arief.

Ia menilai sinergi antara ekosistem PNM, Pegadaian, dan BRI membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro di berbagai daerah.

Arief menyebut jaringan pemberdayaan PNM saat ini telah menjangkau ribuan kecamatan dan ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menurutnya, keberagaman nasabah yang dilayani bahkan mencerminkan keragaman sosial di Indonesia.

“Kalau bahasa saya ke teman-teman di dalam, ini bukan untuk kami pamerkan keluar, tapi PNM sekarang sudah menjadi representasi kecil dari Indonesia. Setiap hari ada bagian dari anak-anak perempuan dari ratusan suku bangsa di Indonesia yang berangkat menjalankan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Meski begitu, Arief menilai capaian tersebut masih jauh dari cukup. Sebab menurutnya, masih sangat banyak masyarakat Indonesia saat ini yang membutuhkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha.

“Kalau mau memberitakan PNM, bilang saja PNM ini perusahaan kecil. Asetnya sekitar Rp57 triliun, kantor kami 4.600. Nasabah yang bisa kami layani baru 16 juta, padahal masih banyak yang harus dilayani,” katanya.

Peran Media Angkat Inspirasi

Dalam kesempatan itu, Arief juga mengajak para jurnalis untuk ikut menyebarkan cerita inspiratif dari para nasabah PNM yang berhasil mengembangkan usaha.

Ia menilai kisah-kisah tersebut dapat memotivasi nasabah lain untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.

“Harus ada inspirator yang bisa menginspirasi mereka. Kami berharap teman-teman jurnalis bisa membantu menyebarkan cerita itu,” kata Arief.

Menurut dia, keberhasilan para pelaku usaha mikro tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

“Walaupun kecil, ini bisa memberikan multiplier effect dan menjadi modal awal kemandirian ekonomi masyarakat. Itu bagian dari langkah kecil mendukung program pembangunan pemerintah,” ujarnya. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:44
03:11
01:51
06:48
01:06
01:13

Viral