news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona di Tengah Goncangan Geopolitik Global.
Sumber :
  • istimewa

Harga Batu Bara Melonjak ke Level Tertinggi, Krisis Energi Global Picu Lonjakan di Tengah Perang Timur Tengah

Harga batu bara melonjak ke US$142 per ton di tengah krisis energi global akibat perang Timur Tengah. Negara Asia kembali bergantung pada batu bara.
Jumat, 27 Maret 2026 - 09:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Harga batu bara kembali menunjukkan tren penguatan signifikan di tengah krisis energi global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah. Pada perdagangan Kamis (26/3/2026), harga batu bara kontrak April ditutup menguat 3,3% ke level US$142 per ton, sekaligus menjadi posisi tertinggi sejak 20 Maret 2026.

Kenaikan harga batu bara ini menandai berakhirnya tren penurunan dalam tiga hari sebelumnya yang sempat melemah hingga 6,1%. Lonjakan tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran krisis energi di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia yang sangat bergantung pada impor energi.

Harga Batu Bara Menguat Dipicu Lonjakan Minyak dan Gas

Penguatan harga batu bara tidak terjadi secara terpisah. Lonjakan harga energi global, terutama minyak dan gas alam, menjadi pendorong utama kenaikan komoditas ini.

Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan tajam:

  • Brent crude: naik 5,66% ke US$108,01 per barel

  • West Texas Intermediate (WTI): naik 4,61% ke US$94,48 per barel

Lonjakan ini dipicu gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah, yang berdampak langsung pada distribusi minyak dan gas. Akibatnya, banyak negara mulai beralih kembali ke batu bara sebagai sumber energi alternatif yang lebih stabil.

Sejak konflik Iran memanas, harga batu bara bahkan telah melonjak sekitar 20%, menunjukkan betapa besar tekanan terhadap pasar energi global saat ini.

Asia Kembali Bergantung pada Batu Bara

Krisis energi global membuat sejumlah negara di Asia kembali mengandalkan batu bara untuk menjaga pasokan listrik. Hal ini tidak terlepas dari ketergantungan kawasan tersebut terhadap jalur distribusi energi yang melewati Selat Hormuz, salah satu jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia.

Sejumlah negara mulai meningkatkan penggunaan batu bara, antara lain:

  • India: meningkatkan pembakaran batu bara untuk menghadapi lonjakan kebutuhan listrik musim panas

  • Korea Selatan: mencabut pembatasan penggunaan listrik berbasis batu bara

  • Indonesia: memprioritaskan penggunaan batu bara domestik

  • Thailand, Filipina, dan Vietnam: meningkatkan kapasitas pembangkit berbasis batu bara

Langkah ini menunjukkan bahwa batu bara kembali menjadi “penyelamat” di tengah keterbatasan pasokan LNG (gas alam cair), yang selama ini dianggap sebagai energi transisi menuju sumber yang lebih bersih.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
08:58
00:56
01:02
00:57
00:56

Viral