- Pixabay
Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom Desak Pemerintah Perkuat Insentif Kendaraan Listrik
“Insentif tersebut efektif dalam mendorong pembentukan pasar kendaraan listrik sekaligus mempercepat pengembangan industri,” jelasnya.
Penjualan Mobil Listrik Tumbuh di Tengah Pasar Lesu
Menariknya, pertumbuhan kendaraan listrik justru terjadi di tengah perlambatan pasar otomotif nasional.
Pada 2025, pasar otomotif Indonesia mengalami kontraksi sekitar 10%. Namun, penjualan kendaraan listrik justru menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Berdasarkan data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer), penjualan mobil listrik mencapai:
-
82.525 unit (Januari–November 2025)
-
Total pasar kendaraan nasional: 710.084 unit
-
Pangsa pasar kendaraan listrik: 11,62%
Data tersebut menunjukkan bahwa insentif pemerintah memiliki peran besar dalam mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Risiko Melambat Tanpa Insentif Baru
Meski menunjukkan tren positif, Joshua mengingatkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik berpotensi melambat jika tidak ada kebijakan lanjutan dari pemerintah.
Menurutnya, harga kendaraan listrik yang relatif tinggi masih menjadi kendala utama bagi konsumen, sehingga insentif tetap diperlukan, terutama pada tahap awal pengembangan pasar.
“Tanpa stimulus baru, pasar kendaraan listrik memang berisiko melambat,” ujarnya.
Usulan Insentif Lebih Tepat Sasaran
Joshua menegaskan bahwa solusi terbaik bukan kembali ke subsidi besar-besaran, melainkan merancang insentif yang lebih tepat sasaran.
Beberapa skema insentif yang dinilai efektif antara lain:
-
Insentif untuk kendaraan dengan TKDN tinggi
-
Dukungan bagi pembeli pertama kendaraan listrik
-
Stimulus untuk armada dengan penggunaan intensif (seperti transportasi umum atau logistik)
Pendekatan ini dinilai lebih efisien dalam mendorong pertumbuhan industri sekaligus menjaga beban fiskal tetap terkendali.
Momentum Percepat Transisi Energi
Kenaikan harga minyak dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi.
Dengan memperkuat insentif kendaraan listrik, pemerintah tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap BBM, tetapi juga mendorong kemandirian energi nasional dalam jangka panjang.
Selain itu, pengembangan kendaraan listrik juga berpotensi menciptakan ekosistem industri baru, mulai dari manufaktur hingga infrastruktur pengisian daya. (nsp)