news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga Minyak Dunia Melonjak, Dorongan Percepat B50 Menguat untuk Tekan Beban Impor Energi.
Sumber :
  • Istimewa

Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi 3 Tahun, WTI Nyaris US$100 dan Brent Melonjak Tajam

Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi 3 tahun, WTI nyaris US$100 dan Brent tembus US$112 akibat konflik Timur Tengah dan krisis pasokan.
Minggu, 29 Maret 2026 - 10:25 WIB
Reporter:
Editor :

Sebagai langkah sementara, Amerika Serikat juga dikabarkan akan menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 2027. Namun, kebijakan ini belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.

Skenario Ekstrem: Harga Bisa Tembus US$200

Sejumlah analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik lebih tinggi jika konflik terus berlanjut. Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak disebut bisa menembus US$200 per barel.

Analis energi menilai lonjakan ini dapat terjadi jika gangguan pasokan berlangsung hingga pertengahan tahun. Dalam kondisi tersebut, harga harus naik tinggi untuk menekan permintaan global secara signifikan.

Dampaknya akan sangat luas, termasuk pada harga bahan bakar. Di Amerika Serikat, harga bensin diperkirakan bisa mencapai sekitar US$7 per galon jika skenario ini benar-benar terjadi.

Meski demikian, probabilitas skenario ekstrem ini diperkirakan sekitar 40 persen. Skenario yang lebih moderat adalah konflik mereda dalam waktu dekat, sehingga harga minyak kembali stabil.

Dampak Besar ke Industri Global

Kenaikan harga minyak juga mulai dirasakan oleh sektor industri, terutama transportasi dan penerbangan. CEO United Airlines, Scott Kirby, memperkirakan harga minyak bisa mencapai US$175 per barel.

Jika itu terjadi, biaya bahan bakar jet yang saat ini sudah meningkat dua kali lipat akan semakin membebani maskapai. Diperkirakan, tambahan biaya bahan bakar bisa mencapai US$11 miliar per tahun.

Tak hanya itu, analis dari S&P Global juga memproyeksikan harga minyak berpotensi bergerak di kisaran US$200 hingga US$250 per barel jika krisis pasokan tidak segera teratasi.

Pasar Energi Dibayangi Ketidakpastian

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar energi global masih berada dalam tekanan besar. Konflik geopolitik, gangguan distribusi, serta ketidakpastian diplomasi menjadi kombinasi yang mendorong harga minyak terus bergejolak.

Dengan posisi harga yang sudah menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, pelaku pasar kini menanti perkembangan berikutnya, terutama terkait situasi di Selat Hormuz yang menjadi kunci stabilitas energi dunia. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral