news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Airlangga Hartarto dalam acara GrabX 2026, di Jakarta, Rabu (8/4/2026)..
Sumber :
  • Dok. Kemenko Perekonomian

GrabX 2026 Digadang Dorong Ekonomi Digital, Pemerintah Soroti Peran AI bagi UMKM

Menko Airlangga Hartarto turut mengapresiasi Grab Indonesia atas penyelenggaraan GrabX 2026 yang menghadirkan berbagai inovasi berbasis AI.
Rabu, 8 April 2026 - 21:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transformasi digital dan kecerdasan buatan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Menko Airlangga dalam ajang GrabX 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

“Pemerintah memandang digitalisasi dan AI sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang sangat menjanjikan, nilai ekonomi digital Indonesia hampir mencapai USD 100 miliar,” ujar Airlangga.

Dijelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja kuat di tengah tekanan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga fluktuasi ekonomi dunia.

Pada triwulan IV 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,39 persen secara tahunan, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan solid di antara anggota G20.

Sementara, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan dengan laju 4,99 persen sekaligus menyumbang porsi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni 53,63 persen.

Tingginya kontribusi ini mencerminkan kuatnya pasar domestik Indonesia yang didukung populasi lebih dari 280 juta jiwa, sehingga mendorong aktivitas ekonomi, termasuk di sektor digital.

Dari sisi inovasi, posisi Indonesia terus membaik. Berdasarkan Global Innovation Index 2025, Indonesia berada di peringkat 55, naik signifikan dibandingkan posisi 85 pada 2020.

Selain itu, ekosistem startup nasional berkembang pesat dengan sekitar 3.200 perusahaan rintisan dan tujuh unicorn yang bergerak di sektor makanan dan minuman, fintech, e-commerce, serta transportasi. Pertumbuhan aplikasi berbasis AI di Asia Tenggara juga turut meningkatkan pendapatan ekonomi digital Indonesia, memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar potensial di kawasan.

Namun, percepatan adopsi teknologi turut mengubah kebutuhan tenaga kerja. Laporan World Economic Forum mencatat sekitar 22 persen jenis pekerjaan akan mengalami transformasi dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, ketersediaan talenta digital yang adaptif dan inovatif menjadi faktor penting agar transformasi berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah pun terus mendorong kesiapan nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk kerja sama dengan Arm Holdings untuk meningkatkan kapasitas teknologi.

Program ini menargetkan pelatihan bagi 15.000 talenta di bidang AI. Di tingkat regional, Indonesia juga menggagas ASEAN Digital Economy Framework Agreement sebagai dasar penguatan ekonomi digital kawasan yang ditargetkan ditandatangani pada 2026 di bawah kepemimpinan Filipina.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
00:59
01:04
16:34
07:12
02:21

Viral