news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga Minyak Dunia Melonjak, Dorongan Percepat B50 Menguat untuk Tekan Beban Impor Energi.
Sumber :
  • Istimewa

Harga Minyak Ambruk hingga 18 Persen Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Pasar Global Berubah Arah

Harga minyak dunia anjlok tajam hingga 18 persen usai gencatan senjata AS-Iran. Simak analisis, proyeksi, dan dampaknya ke ekonomi global.
Kamis, 9 April 2026 - 15:00 WIB
Reporter:
Editor :

Research and Development ICDX, Girta Putra Yoga, menyebut pasar kini menunggu hasil pertemuan lanjutan antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April.

Menurutnya, arah harga minyak selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil negosiasi tersebut.

Pemulihan Pasokan Minyak Belum Instan

Dari sisi fundamental, pemulihan rantai pasok minyak global diperkirakan tidak akan terjadi secara cepat. Meskipun jalur distribusi mulai dibuka, aktivitas pelayaran dan distribusi masih menghadapi berbagai kendala.

Beberapa di antaranya adalah antrean kapal tanker serta sikap hati-hati dari operator logistik yang belum sepenuhnya yakin dengan stabilitas situasi.

Kondisi ini membuat harga minyak berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek.

Proyeksi Harga Minyak: Dua Skenario Besar

Analis dari Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf, memproyeksikan dua skenario utama pergerakan harga minyak ke depan.

  • Skenario damai berlanjut:
    Harga minyak berpotensi turun ke kisaran US$ 76–US$ 84 per barel

  • Skenario konflik kembali memanas:
    Harga minyak bisa kembali melonjak di atas US$ 100, bahkan menembus US$ 103–US$ 109 per barel

Sementara itu, proyeksi lain menyebut harga minyak bahkan bisa turun lebih dalam ke kisaran US$ 50–US$ 80 per barel jika stabilitas benar-benar terjaga.

Dengan kata lain, harga minyak saat ini masih berada dalam fase yang sangat dinamis dan sensitif terhadap perkembangan geopolitik.

Dampak Harga Minyak ke Inflasi dan Suku Bunga

Penurunan harga minyak juga membawa dampak positif bagi perekonomian global, terutama dalam menekan tekanan inflasi.

Jika harga minyak bertahan di level rendah, maka ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral berpotensi mereda. Hal ini membuka peluang tercapainya soft landing bagi ekonomi global.

Namun demikian, bank sentral diperkirakan masih akan bersikap hati-hati dan menunggu kepastian dari perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan besar.

Harga Minyak Jadi Penentu Arah Pasar Global

Pergerakan harga minyak kembali membuktikan perannya sebagai indikator utama dalam dinamika ekonomi global. Setiap perubahan harga minyak, baik naik maupun turun, selalu berdampak luas terhadap berbagai sektor.

Dalam kondisi saat ini, pelaku pasar memilih untuk bersikap wait and see sambil mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral