news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun Pada 15 Januari.
Sumber :
  • Istimewa

BBRI Jelang RUPST 2026: Dividen Besar Disiapkan, Saham Tertekan Jadi Sorotan Investor

BBRI siap gelar RUPST 2026 dengan potensi dividen besar. Di tengah tekanan harga saham BBRI, investor menanti kepastian pembagian dividen.
Jumat, 10 April 2026 - 17:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Saham BBRI kembali menjadi perhatian pasar menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 April 2026. Agenda penting dalam RUPST BBRI kali ini adalah persetujuan penggunaan laba bersih, yang sebagian besar akan dialokasikan untuk dividen.

Manajemen BBRI sebelumnya telah memberikan sinyal kuat terkait komitmen pembagian dividen, seiring dengan kinerja keuangan yang solid dan tingkat permodalan yang dinilai sangat memadai. Hal ini membuat BBRI tetap menarik di mata investor, terutama mereka yang mengincar pendapatan pasif dari dividen.

Rincian Dividen BBRI yang Ditunggu Investor

Dalam paparan resmi, BBRI mengungkapkan bahwa pembagian laba bersih akan difokuskan pada dua hal utama, yaitu dividen dan laba ditahan untuk ekspansi bisnis.

Berikut rincian dividen BBRI yang menjadi perhatian:

  • Dividen interim: Rp 137 per saham

  • Total nilai dividen interim: hingga Rp 20,63 triliun

  • Total dividen indikatif: minimal Rp 343,4 per saham

  • Total nilai dividen: sekitar Rp 52,04 triliun

  • Usulan dividen final: Rp 206,4 per saham

Dengan angka tersebut, BBRI berpotensi memberikan yield dividen final sekitar 6,29%, menjadikannya salah satu saham perbankan dengan imbal hasil dividen yang kompetitif di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan Saham BBRI Masih Tertekan

Di sisi lain, pergerakan harga saham BBRI justru menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan grafik perdagangan harian, saham BBRI terlihat mengalami tekanan sejak awal Maret hingga awal April 2026.

Harga saham BBRI sempat berada di kisaran 3.900-an, namun kemudian turun bertahap hingga menyentuh level sekitar 3.280. Penurunan ini disertai volume transaksi yang cukup tinggi, menandakan adanya tekanan jual dari pelaku pasar.

Kondisi ini membuat saham BBRI berada dalam fase konsolidasi, bahkan cenderung bearish dalam jangka pendek. Meski demikian, sebagian investor melihat koreksi harga saham BBRI sebagai peluang akumulasi, terutama menjelang pembagian dividen.

Sentimen Dividen vs Tekanan Pasar

Fenomena yang terjadi pada saham BBRI menunjukkan adanya tarik-menarik antara sentimen positif dari dividen dan tekanan pasar yang memengaruhi harga saham.

Di satu sisi, BBRI menawarkan fundamental yang kuat dan dividen yang besar. Namun di sisi lain, kondisi pasar global dan domestik turut memengaruhi pergerakan saham, termasuk saham perbankan seperti BBRI.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral