news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.
Sumber :
  • dok.Setpres

OSS Diperkuat, Pemerintah Tekan Ketidakpastian Investasi dan Genjot Izin Usaha Lebih Cepat

Pemerintah perkuat OSS untuk tekan ketidakpastian investasi. Sistem baru berbasis AI dan blockchain dorong percepatan izin usaha.
Senin, 13 April 2026 - 15:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah terus memperkuat sistem perizinan berbasis digital melalui Online Single Submission (OSS) guna menekan ketidakpastian investasi dan mempercepat proses perizinan usaha di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan bahwa pengurangan faktor ketidakpastian menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong investasi.

“Faktor ketidakpastian ini yang kita coba selalu perbaiki dari segala level,” ujar Rosan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4).

OSS Jadi Kunci Percepatan Perizinan Investasi

Penguatan sistem OSS dilakukan untuk memastikan proses perizinan usaha menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan sistem ini, pelaku usaha tidak lagi bergantung pada proses manual yang berpotensi memperlambat investasi.

OSS dirancang sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan berbagai kementerian dan lembaga dalam satu sistem. Tujuannya adalah memangkas birokrasi dan memberikan kepastian bagi investor dalam mengurus izin usaha.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, sistem OSS sempat mengalami kendala teknis. Hal ini terjadi karena proses integrasi penuh dengan 18 kementerian dan lembaga pasca implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025.

Anggaran Disetujui, Penguatan OSS Segera Berjalan

Pemerintah memastikan bahwa penguatan OSS kini memasuki tahap baru setelah dukungan anggaran akhirnya disetujui. Proses pencairan dana juga mulai berjalan untuk mendukung pengembangan sistem yang lebih canggih.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan performa OSS sekaligus menjawab berbagai kendala teknis yang sebelumnya terjadi.

Dengan dukungan anggaran tersebut, pemerintah optimistis sistem OSS akan semakin andal dalam melayani kebutuhan perizinan usaha di Indonesia.

Teknologi AI dan Blockchain Akan Diterapkan

Dalam pengembangannya, OSS tidak hanya diperkuat dari sisi integrasi, tetapi juga teknologi. Pemerintah berencana memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu:

  • Mempercepat verifikasi data perizinan

  • Mengurangi potensi kesalahan administratif

  • Meningkatkan transparansi proses

  • Menekan potensi penyimpangan

Implementasi teknologi AI dan blockchain dalam OSS ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:30
01:12
00:54
04:58
01:08
03:22

Viral