news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Biaya Haji Turun Rp7 Juta di Tengah Tekanan Rupiah, Pemerintah Hadapi Tantangan Kurs Global

Biaya haji turun Rp7 juta sejak 2024 meski rupiah tertekan. Pemerintah hadapi tantangan kurs global dalam menjaga efisiensi biaya ibadah haji.
Rabu, 15 April 2026 - 16:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mencatat capaian signifikan dalam menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji dalam dua tahun terakhir. Di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, biaya haji justru berhasil diturunkan hingga Rp7 juta per jamaah sejak 2024.

Kebijakan ini menjadi sorotan karena dilakukan dalam situasi yang tidak mudah, di mana sebagian besar komponen biaya haji sangat bergantung pada mata uang asing. Meski demikian, pemerintah tetap mampu menjaga tren penurunan biaya secara bertahap hingga 2026.

Penurunan Bertahap Biaya Haji 2024–2026

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa penurunan biaya haji dilakukan secara konsisten dalam tiga tahun terakhir.

Berikut rincian biaya haji per jamaah:

  • 2024: Rp94 juta

  • 2025: Rp89 juta

  • 2026: Rp87 juta

Dalam kurun waktu dua tahun, total penurunan mencapai Rp7 juta per jamaah. Angka ini dinilai cukup signifikan mengingat besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas biaya.

“Selama dua tahun ini, pemerintah sudah menurunkan biaya haji sebesar Rp7 juta,” ujar Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Penurunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap ibadah haji, sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pembiayaan.

Tantangan Besar dari Nilai Tukar Rupiah

Di balik capaian tersebut, pemerintah menghadapi tantangan serius yang berasal dari faktor eksternal, terutama fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Irfan menjelaskan bahwa struktur biaya haji sangat bergantung pada valuta asing, sehingga pelemahan rupiah dapat berdampak langsung terhadap total biaya yang harus ditanggung.

Komposisi pembiayaan haji saat ini meliputi:

  • 55 persen dalam riyal Arab Saudi

  • 30 persen dalam dolar Amerika Serikat

  • Sisanya dalam rupiah

Dengan total anggaran mencapai sekitar Rp18 triliun, dominasi mata uang asing dalam pembiayaan membuat kurs rupiah menjadi faktor krusial.

“Depresiasi rupiah harus kita kelola agar tidak mengganggu proses perjalanan jemaah haji,” tegasnya.

Strategi Pemerintah Menjaga Efisiensi

Penurunan biaya haji di tengah tekanan kurs menunjukkan adanya strategi efisiensi yang dijalankan pemerintah. Langkah ini tidak hanya mencerminkan pengelolaan anggaran yang lebih baik, tetapi juga respons terhadap kondisi ekonomi global yang dinamis.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:54
02:46
02:27
01:05
05:53
13:20

Viral