news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • BPMI Setpres

Airlangga Wanti-wanti Risiko Tekanan Global, Ini Strategi Pemerintah Jaga Ketahanan Ekonomi RI

Pemerintah sedang terus memperkuat bauran kebijakan secara komprehensif untuk memperkokoh ketahanan perekonomian Indonesia di tengah risiko tekanan geopolitik global.
Sabtu, 18 April 2026 - 16:47 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri dalam negeri di tengah tekanan ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, dinamika geopolitik global saat ini perlu diwaspadai. Terutama di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia.

Hal itu disampaikan Menko Airlangga dalam keynote speech virtual pada Focus Group Discussion Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bidang International Affairs, Jumat (17/4/2026).

“Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz, perlu diantisipasi karena berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga energi,” ujarnya, dikutip dari ekon.go.id pada Sabtu (18/4/2026).

Di tengah tantangan itu, kinerja ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,11 persen pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 5,3 persen pada 2026.

Stabilitas ini ditopang oleh inflasi yang terkendali serta tingkat kepercayaan konsumen yang tetap optimistis. Selain itu, surplus neraca perdagangan terus berlanjut, mencerminkan fundamental eksternal yang kuat.

Ketahanan ekonomi nasional juga ditopang oleh permintaan domestik yang menyumbang sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Struktur pembiayaan yang sehat, termasuk rasio utang luar negeri yang relatif rendah, turut memperkuat stabilitas.

Sektor perbankan juga tetap solid dengan likuiditas memadai dan permodalan yang kuat, sehingga mampu menjaga sistem keuangan tetap stabil.

Untuk merespons risiko global, pemerintah memperkuat bauran kebijakan secara komprehensif. Dari sisi fiskal, optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja, serta penajaman anggaran ke sektor produktif terus dilakukan.

Di sisi moneter dan keuangan, koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen, termasuk intervensi pasar dan kerja sama transaksi mata uang lokal.

Pemerintah juga mempercepat penyaluran stimulus guna menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini mencakup bantuan pangan, program perlindungan sosial, serta penguatan ketahanan energi melalui implementasi biodiesel B50 dan pengembangan energi baru terbarukan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral