news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Road to Pekan Reksa Dana yang digelar di Makassar..
Sumber :
  • Ist

Bidik Investor Muda, OJK Bersama APRDI dan Makmu Gencarkan Edukasi Reksa Dana di Makassar

Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam pertumbuhan jumlah investor. Namun, tingkat inklusi investasi di wilayah Indonesia Timur ini masih perlu ditingkatkan.
Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) kembali memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi investasi di luar Pulau Jawa.

Bersama PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), kegiatan kali ini digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 16-17 April 2026 lalu sebagai bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026, yang menjadi agenda pendahuluan sebelum acara puncak pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam pertumbuhan jumlah investor. Namun, tingkat inklusi investasi di wilayah ini masih perlu ditingkatkan.

Melalui program ini, kesenjangan tersebut diupayakan dapat dipersempit lewat edukasi reksa dana yang menyasar mahasiswa dan kalangan media.

Kegiatan sosialisasi di Makassar berlangsung di tiga lokasi selama dua hari. Pada 16 April 2026, agenda dimulai dengan penguatan literasi reksa dana bagi 45 perwakilan media di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi kepada mahasiswa di Universitas Nasional Makassar.

Pada hari berikutnya, 17 April 2026, sosialisasi digelar di Universitas NITRO. Secara total, kegiatan ini melibatkan lebih dari 400 mahasiswa.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, serta Kepala Direktorat Perwakilan Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan regulator dalam mendorong peningkatan inklusi pasar modal di wilayah Indonesia timur.

Makmur diwakili oleh Merry Putri Sirait selaku Business Development & Partnership yang memberikan materi edukasi kepada mahasiswa di Universitas Nasional Makassar dan Universitas NITRO terkait investasi reksa dana.

Ia menilai, kendala utama mahasiswa untuk mulai berinvestasi bukan terletak pada keterbatasan dana, melainkan minimnya pemahaman tentang langkah awal.

"Salah satu alasan mahasiswa belum berinvestasi adalah karena belum mengetahui harus memulai dari mana. Saat ini, investasi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui aplikasi seperti Makmur, disertai pemahaman terhadap produk-produk yang tersedia," ujar Merry dalam sesinya.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Bunga Wahyuni, turut memperkenalkan Program PINTAR.

Program ini merupakan inisiatif nasional OJK yang bertujuan membangun kebiasaan investasi secara disiplin dan berkelanjutan melalui setoran berkala dengan mengombinasikan prinsip power of compounding dan dollar cost averaging.

Program tersebut terbagi dalam dua kategori, yaitu PINTAR Reksa Dana Umum untuk masyarakat luas dan PINTAR Reksa Dana SiMUDA Investasiku yang ditujukan bagi generasi muda usia 18–30 tahun.

"Sekarang melakukan investasi sangatlah mudah. Yang terpenting, investor memahami profil risiko beserta tujuan keuangannya," tambah Bunga.

Perkuat Literasi Investasi di Kawasan Timur

Pelaksanaan program di Makassar berhasil menjangkau lebih dari 400 mahasiswa serta 45 perwakilan media. Capaian ini mencerminkan sinergi kuat antara OJK, APRDI, dan Makmur dalam memperluas literasi dan inklusi investasi hingga ke kawasan timur Indonesia.

Secara keseluruhan, Makmur telah menggelar program literasi dan inklusi investasi di lima kota besar dengan total peserta melampaui 1.000 orang.

Partisipasi ini menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya menghadirkan platform investasi yang mudah diakses, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, khususnya di daerah dengan potensi tinggi namun tingkat inklusi investasi yang masih perlu didorong. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral