- Setkab
Kawal Hilirisasi Nasional, FSPPB Pertegas Posisi Pertamina sebagai Soko Guru Kemandirian Energi
tvOnenews.com – Momentum bersejarah bagi kedaulatan energi Indonesia tercipta di Cilacap, Jawa Tengah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memimpin prosesi groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Rabu (29/4/2026).
Di balik langkah strategis ini, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan pembangunan industri energi tetap berpijak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Kehadiran Presiden FSPPB Arie Gumelar dalam agenda tersebut menjadi sorotan. Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kuat sinergi antara pemerintah dan pekerja dalam menjaga aset vital negara.
- FSPPB
Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyapa langsung Arie Gumelar, sebuah pengakuan implisit atas peran strategis serikat pekerja dalam menjaga Pertamina sebagai soko guru ketahanan energi nasional.
Sinergi ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, dalam peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan pada 12 Januari 2026 lalu, Presiden Prabowo juga sempat berdialog hangat dengan Presiden FSPPB.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan total nilai investasi fantastis mencapai Rp116 triliun. Fokus utamanya adalah penguatan infrastruktur energi di bawah naungan PT Pertamina (Persero).
Berikut adalah rincian fokus pembangunan infrastruktur energi dalam proyek ini:
| Proyek | Detail | Target/Manfaat |
| Kilang Gasoline | Fasilitas baru di Dumai & Cilacap | Kapasitas 62 ribu barel/hari; Substitusi impor hingga 2 juta kiloliter |
| Infrastruktur Distribusi | Terminal BBM di Palaran, Biak, dan Maumere | Kapasitas total 153 ribu kiloliter untuk keadilan energi |
Langkah ini merupakan jawaban atas tuntutan kemandirian energi nasional, meminimalisir ketergantungan pada pihak asing, dan memastikan suplai energi merata hingga ke pelosok negeri.
FSPPB: Mengawal Konstitusi di Garis Depan
- FSPPB
FSPPB menegaskan keterlibatan mereka adalah kunci untuk memastikan proyek hilirisasi tetap berada di koridor semangat konstitusi Pasal 33 UUD 1945.
Bagi FSPPB, hilirisasi bukan sekadar angka investasi, melainkan perjuangan agar kekayaan alam benar-benar dikelola oleh putra-putri bangsa.
"Kehadiran elemen pekerja dalam setiap proyek strategis nasional adalah bentuk komitmen FSPPB dalam mengawal ketahanan serta kedaulatan migas dan ekonomi nasional. FSPPB memastikan bahwa Pertamina tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi benar-benar hadir sebagai benteng pertahanan energi nasional," tegas pihak FSPPB dalam pernyataannya.
Selain di sektor migas, groundbreaking ini juga mencakup 11 proyek krusial lainnya di sektor mineral dan pertanian.
Hal ini mencakup pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik, hingga pengolahan hasil bumi di Maluku Tengah.
Dengan sinergi antara visi besar pemerintah dan pengawalan ketat dari elemen pekerja, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk bertransformasi dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi negara industri mandiri yang berdaya saing global.