- Istimewa
Industri Tertekan Energi, Anindya Bakrie Minta Relaksasi ke Luhut Binsar Pandjaitan demi Jaga Daya Saing
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia usaha mulai mengirimkan sinyal serius kepada pemerintah di tengah tekanan biaya energi dan ketidakpastian global yang kian meningkat. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, secara terbuka mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan relaksasi kebijakan kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menjaga keberlangsungan industri nasional agar tetap kompetitif di tengah tekanan biaya produksi yang melonjak, terutama dari sektor energi.
Kadin Dorong Ruang “Napas” bagi Industri
Menurut Anindya, komunikasi dengan Dewan Ekonomi Nasional menjadi bagian penting dalam menyampaikan realitas dunia usaha kepada pemerintah. Ia menyebut DEN sebagai think tank yang memiliki peran strategis dalam merumuskan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menyampaikan ini agar menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan masukan kepada pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kadin tidak sekadar menyuarakan kepentingan pelaku usaha, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara kondisi lapangan dengan kebijakan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Tiga Permintaan Utama Dunia Usaha
Dalam pertemuan tersebut, Kadin menyampaikan tiga poin utama yang dianggap krusial bagi keberlangsungan industri nasional:
-
Relaksasi kebijakan agar pelaku usaha memiliki ruang untuk menyusun strategi
-
Pembukaan peluang baru guna mendorong ekspansi bisnis
-
Sinyal kuat pemerintah dalam mengakselerasi investasi, perdagangan, dan industri
Anindya menilai, tanpa dukungan kebijakan yang adaptif, sektor industri berisiko kehilangan momentum di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Yang pertama diberi napas untuk berstrategi, kedua membuka peluang, dan ketiga memberi sinyal bahwa investasi dan industri akan benar-benar digalakkan,” tegasnya.
Tekanan Energi Jadi Tantangan Nyata
Salah satu faktor utama yang mendorong permintaan relaksasi adalah meningkatnya tekanan biaya energi. Kenaikan harga bahan bakar hingga gangguan pasokan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas produksi industri.
Anindya mengakui bahwa kondisi ini tidak hanya soal kenaikan harga, tetapi juga menyangkut ketersediaan energi yang tidak stabil.
“Harga BBM naik pesat, bahkan ketersediaannya kadang tidak mencukupi untuk kebutuhan industri. Ini jelas menyulitkan proses produksi,” ungkapnya.