- Bumi Resources
Kinerja Bumi Resources Melejit di Awal 2026, Laba Bersih Naik 35,2% Meski Harga Batu Bara Turun
Perusahaan juga mencatat perbaikan strip ratio dari 8,4 kali menjadi 7,7 kali. Hal ini menunjukkan perencanaan tambang yang lebih efisien dan berdampak pada penurunan biaya produksi. Meski volume pengupasan tanah meningkat 3%, efisiensi tetap terjaga.
Persediaan batubara turun menjadi 2,0 juta ton dari 2,4 juta ton. Penurunan ini mencerminkan tingginya tingkat penjualan yang sejalan dengan peningkatan produksi.
Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan volume penjualan sebesar 76 hingga 78 juta ton. Harga rata-rata diproyeksikan berada di kisaran US$60 hingga US$62 per ton, dengan biaya produksi sekitar US$43 hingga US$44 per ton.
Bumi Resources menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum perbaikan operasional. Perusahaan juga akan tetap disiplin dalam alokasi modal serta melanjutkan strategi diversifikasi guna menghadapi fluktuasi siklus komoditas.
Dari sisi korporasi, perusahaan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan paling lambat Juni 2026.
Selain itu, earnings call untuk membahas kinerja tahun buku 2025 dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 bersama analis dan investor.
"Pemberitahuan resmi dan informasi pendaftaran untuk kedua acara akan disampaikan secara terpisah," tutup Ricco.