news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie..
Sumber :
  • Kadin Indonesia

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Tengah Tekanan Global, Kadin Apresiasi Strategi Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan

Kadin Indonesia mengapresiasi efektivitas kinerja pemerintah yang tetap mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 ke level 5,61%, di tengah tekanan global.
Rabu, 6 Mei 2026 - 09:07 WIB
Reporter:
Editor :

Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar aliran investasi dapat terus meningkat dan tersebar merata. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Ke depan tinggal bagaimana diskusi dengan pemerintah daerah agar investasi di daerah bisa ditingkatkan dan daerah ikut maju. Pertumbuhan ekonomi harus juga terjadi daerah,” kata Anin.

Data perdagangan turut memperkuat optimisme tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 kembali surplus sebesar US$3,32 miliar, meningkat dibandingkan Februari 2026 yang sebesar US$1,27 miliar.

Surplus ini berasal dari ekspor senilai US$22,53 miliar dan impor US$19,21 miliar, sekaligus memperpanjang tren surplus menjadi 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Secara kumulatif, surplus perdagangan hingga Maret 2026 mencapai US$5,55 miliar. Meskipun ekspor secara tahunan turun 3,1%, struktur impor menunjukkan tren positif.

Impor barang modal naik 4,98% dan bahan baku penolong tumbuh 2,15%, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas produksi dan investasi. Sementara itu, impor barang konsumsi turun 10,81%, mencerminkan pergeseran ke sektor produktif.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal pada triwulan I-2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan, setara 24,4% dari target tahunan Rp2.041,3 triliun.

Sektor hilirisasi menjadi kontributor utama dengan nilai Rp147,5 triliun, menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat struktur ekonomi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi mulai ditopang oleh kombinasi yang lebih seimbang antara konsumsi domestik, ekspor yang mulai pulih, dan investasi yang semakin meluas.

Masuknya investasi menengah ke daerah dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan sekaligus mendorong pemerataan.

Kadin menilai, jika tren pembukaan pasar ekspor dan peningkatan investasi terus dijaga serta didukung koordinasi pusat dan daerah yang solid, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya meningkat, tetapi juga menjadi lebih inklusif.

“Pertumbuhan tidak boleh hanya terjadi di pusat. Daerah harus menjadi sumber pertumbuhan baru,” tegas Anin.

Dana ke Daerah

Ke depan, Anin menilai alokasi dana transfer ke daerah yang sempat mengalami penyesuaian perlu ditingkatkan kembali secara bertahap.

Pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja baik dinilai layak mendapatkan insentif melalui peningkatan transfer dana. Hal ini penting untuk mendorong aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:47
08:24
05:01
01:52
02:56
38:12

Viral