- dok. Bank Indonesia
Rupiah Rp17.500 per Dolar AS, Bank Indonesia: Perang Timur Tengah dan Lonjakan Permintaan Dolar Jadi Biang Kerok
Di tengah gejolak tersebut, BI mencoba memberi sinyal optimisme. Menurut Destry, kepercayaan investor asing terhadap aset keuangan Indonesia justru mulai menunjukkan perbaikan.
“BI juga melihat confidence investor asing di aset portfolio terus membaik yang tercermin dari masuknya inflow, khususnya ke Pasar SBN dan SRBI selama bulan April sebesar Rp61,6 triliun,” ujarnya.
Selain itu, likuiditas valuta asing di pasar domestik juga disebut masih cukup kuat. BI mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas pada akhir Maret 2026 mencapai 10,9 persen secara year to date.
Dengan berbagai langkah intervensi yang dilakukan, BI meyakini tekanan terhadap rupiah bersifat sementara dan akan mereda setelah faktor musiman berakhir.
“BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya,” tutup Destry. (agr/rpi)