- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Perry Warjiyo Disemprot DPR Saat Rupiah Tembus Rp17.600, Muncul Sindiran “17-8-45 Indonesia Merdeka”
Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga menyatakan pihaknya akan terus mendorong perdamaian dan meredakan konflik di kawasan tersebut.
Namun di sisi lain, negosiasi antara AS dan Iran belum menunjukkan titik terang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut upaya mediasi yang dipimpin Pakistan masih menghadapi jalan sulit.
Sementara itu, Donald Trump disebut belum yakin kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai, terutama terkait negosiasi nuklir dan konflik yang masih berlangsung.
Sejumlah media asing bahkan melaporkan Trump tengah mempertimbangkan keputusan besar terkait kemungkinan kelanjutan serangan terhadap rezim Iran.
Kondisi tersebut membuat harga minyak mentah dunia kembali melonjak dan memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan global.
DPR Pertanyakan Klaim Rupiah “Stabil”
Di tengah tekanan tersebut, Harris Turino mempertanyakan indikator yang digunakan BI dalam menyebut rupiah tetap stabil.
Ia menilai berbagai instrumen yang selama ini digunakan BI ternyata belum mampu menahan depresiasi rupiah.
Harris menyoroti langkah BI yang melakukan intervensi besar-besaran hingga menyebabkan cadangan devisa turun dari US$156 miliar menjadi US$146 miliar.
Selain itu, BI juga telah menaikkan instrumen SRBI hingga 6,41 persen, membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp332 triliun sepanjang 2025 serta tambahan Rp133 triliun, hingga melakukan pengetatan pembelian dolar AS.
“Maka pertanyaan kritisnya adalah semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan, tetapi kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?” ujar Harris.
Menurutnya, tekanan global memang tidak bisa dihindari, namun pemerintah dan BI juga harus jujur mengakui adanya persoalan serius di dalam negeri.
Ia menyinggung masalah fiskal, defisit transaksi berjalan, arus modal keluar atau capital outflow dalam jumlah besar, hingga turunnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
“Ada masalah di fiskal, ada masalah di current account deficit, ada arus modal keluar dalam jumlah besar, dan ada masalah di kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” tegasnya.
Cadangan Devisa Turun Jadi Sorotan
Senada dengan Harris, anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah juga mempertanyakan pernyataan BI yang masih menganggap stabilitas rupiah tetap terjaga.