news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi IHSG..
Sumber :
  • Antara

IHSG Ditutup Melemah usai Sempat Ambles 4 Persen, BEI Akui Ketidakpastian Pasar Masih Tinggi

IHSG ditutup melemah setelah sempat anjlok hingga 4 persen pada perdagangan pagi. BEI menyebut ketidakpastian pasar masih sangat tinggi.
Senin, 18 Mei 2026 - 17:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada dalam tekanan besar pada perdagangan Senin (18/5/2026). Bahkan pada sesi pagi, IHSG sempat terkoreksi hingga lebih dari 4 persen sebelum akhirnya menutup perdagangan di zona merah.

Gejolak tersebut mencerminkan tingginya ketidakpastian pasar yang masih membayangi pasar keuangan domestik di tengah tekanan global dan volatilitas nilai tukar.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengakui kondisi pasar saat ini memang sedang berada dalam tekanan tinggi.

“Tentu kalau kami cermati memang ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi,” ujar Jeffrey di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/5/2026).

IHSG Sempat Anjlok Lebih dari 4 Persen

IHSG dibuka di level 6.628 pada perdagangan pagi hari ini, melemah dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yang berada di posisi 6.723,32.

Tekanan jual yang besar membuat IHSG sempat merosot tajam hingga 4,32 persen ke level 6.432 sekitar pukul 10.00 WIB berdasarkan data Google Finance.

Pelemahan tajam tersebut langsung memicu perhatian pelaku pasar karena terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap rupiah dan meningkatnya volatilitas pasar global.

Meski sempat mengalami tekanan besar pada pagi hari, IHSG perlahan memangkas pelemahan hingga penutupan perdagangan.

BEI Sebut Ketidakpastian Global Jadi Pemicu

Jeffrey menjelaskan pelemahan IHSG pada awal pekan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga sejalan dengan koreksi yang melanda pasar Asia selama periode long weekend pekan lalu.

Menurutnya, ada sejumlah faktor global yang saat ini masih menjadi sumber kekhawatiran investor.

Beberapa di antaranya:

  • Fluktuasi harga komoditas dunia

  • Gejolak nilai tukar berbagai negara

  • Ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah

  • Tekanan pasar global pasca long weekend Asia

“Semua ketidakpastian itu berdampak pada pergerakan IHSG,” kata Jeffrey.

Kondisi tersebut membuat sentimen pasar bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan global maupun domestik.

Investor Diingatkan Tidak Panik

Di tengah tekanan pasar yang masih tinggi, BEI meminta investor tidak mengambil keputusan secara emosional.

Jeffrey mengingatkan pelaku pasar untuk tetap memperhatikan kondisi fundamental emiten dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.

“Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran investor terhadap tekanan yang melanda pasar saham dan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir.

Rebalancing MSCI Diprediksi Bikin Pasar Volatil

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan pasar saat ini juga sedang fokus terhadap implementasi rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Menurutnya, proses penyesuaian indeks dan bobot saham MSCI diperkirakan membuat volatilitas pasar tetap tinggi sepanjang pekan ini.

“Volatilitas diperkirakan tetap tinggi, terutama pada sesi closing auction yang biasanya menjadi titik utama penyesuaian portofolio passive funds global,” ujar Imam.

Rebalancing MSCI sendiri sering menjadi perhatian investor karena mempengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Ketika terjadi perubahan bobot saham dalam indeks global, investor institusi dan passive funds biasanya melakukan penyesuaian portofolio dalam jumlah besar.

Hal itulah yang membuat pergerakan IHSG berpotensi tetap bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan. (nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:47
09:31
02:23
02:56
07:21
03:23

Viral