news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Belanja Negara Hingga April 2026 Capai Rp1.082,8 Triliun, Naik 34,3 Persen dari Periode Tahun Lalu

Lonjakan pengeluaran negara tersebut naik drastis 34,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih berada di level Rp806,2 triliun.
Selasa, 19 Mei 2026 - 20:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Laju belanja negara pemerintah melonjak tajam sepanjang empat bulan pertama 2026. Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja negara hingga akhir April 2026 sudah menembus Rp1.082,8 triliun atau setara 28,2 persen dari total pagu APBN tahun ini sebesar Rp3.842,7 triliun.

Lonjakan pengeluaran negara tersebut naik drastis 34,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih berada di level Rp806,2 triliun.

Di tengah derasnya ekspansi fiskal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah, anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini hanya ditopang oleh belanja pemerintah semata.

“Sampai April belanja ini tumbuhnya 34,3 persen. Jadi ini bukan berarti kita mendominasi pertumbuhan ekonomi. Nanti swasta lain lagi,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Kenaikan paling agresif terjadi pada belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp826 triliun atau tumbuh 51,1 persen secara tahunan. Nilai itu setara 26,2 persen dari total target APBN sepanjang tahun ini.

Dari jumlah tersebut, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) menjadi motor utama dengan realisasi mencapai Rp400,5 triliun atau melonjak 57,9 persen dibanding tahun lalu.

Sementara itu, belanja non-K/L juga mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp425,5 triliun atau tumbuh 45,2 persen secara tahunan.

Di sisi lain, transfer ke daerah (TKD) justru mengalami sedikit koreksi. Hingga akhir April 2026, realisasi TKD tercatat Rp256,8 triliun atau turun tipis 1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp259,4 triliun.

Meski belanja negara meningkat tajam, posisi defisit APBN mulai menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya.

Per 30 April 2026, defisit anggaran tercatat turun menjadi Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sebulan sebelumnya, defisit masih mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap PDB.

Namun secara tahunan, kondisi APBN masih lebih lemah dibanding April 2025 ketika pemerintah masih mampu mencatatkan surplus Rp4,2 triliun.

Di tengah tekanan belanja yang besar, penerimaan negara juga menunjukkan peningkatan cukup kuat. Hingga akhir April 2026, pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
04:27
01:43
04:26
03:22
05:14

Viral