news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Pemerintah Tarik Utang Rp305,5 Triliun Hingga April 2026, Menkeu Purbaya: Pembiayaan Terjaga dan Terukur

Pemerintah telah menarik utang baru sebesar Rp305,5 triliun hingga akhir April 2026 untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Rabu, 20 Mei 2026 - 01:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah telah menarik utang baru sebesar Rp305,5 triliun hingga akhir April 2026 untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meski nilainya sudah menembus ratusan triliun rupiah dalam empat bulan pertama tahun ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, strategi pembiayaan negara masih berada dalam jalur yang terkendali.

Realisasi penarikan utang tersebut setara 36,7 persen dari target pembiayaan utang APBN 2026 yang dipatok mencapai Rp832,2 triliun.

Angka itu tercatat sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp305,9 triliun.

“Ini sesuai dengan rencana, jadi pembiayaan terjaga dan terukur pembiayaan utangnya,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KITA, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).

Langkah pemerintah mempercepat penarikan pembiayaan dilakukan di tengah tekanan pasar keuangan global, pelemahan rupiah, hingga meningkatnya kebutuhan belanja negara untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas domestik.

Namun, pemerintah tidak hanya mengandalkan skema utang. Purbaya mengungkapkan sekitar Rp7 triliun berasal dari pembiayaan non-utang. Nilai tersebut setara 4,9 persen dari target pembiayaan non-utang sepanjang tahun yang dipatok Rp143,1 triliun.

Dengan demikian, total realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir April 2026 mencapai Rp298,5 triliun. Nilai itu berasal dari penarikan utang baru yang kemudian dikurangi pembiayaan non-utang.

Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan anggaran tersebut sudah mencapai 43,3 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun. Angkanya juga sedikit lebih tinggi dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp281,2 triliun.

Percepatan pembiayaan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya tekanan terhadap APBN akibat belanja negara yang tumbuh agresif sepanjang awal tahun.

Pemerintah sebelumnya melaporkan realisasi belanja negara hingga April 2026 sudah mencapai Rp1.082,8 triliun, sementara defisit APBN masih berada di level Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis kondisi fiskal nasional masih aman.

Kementerian Keuangan menilai strategi pembiayaan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari pengelolaan kas dan utang yang telah dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global dan volatilitas pasar keuangan. (agr/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
04:27
01:43
04:26
03:22
05:14

Viral