- BTPN
Bank SMBC Indonesia Alihkan Portofolio Pinjaman Rp19,9 Triliun ke BTN, Nilainya Capai 46 Persen Ekuitas
Pendapatan Operasional SMBC Indonesia Naik 11 Persen
Sebelumnya, PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatat kinerja pendapatan operasional sebesar Rp13,8 triliun hingga September 2025 atau naik 11 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pendapatan bunga bersih perseroan juga tumbuh sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut didukung oleh margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang lebih tinggi di tengah persaingan pasar perbankan.
Kontribusi dari grup OTO setelah proses akuisisi disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan NIM perseroan menjadi 7,1 persen pada September 2025, naik dari 6,8 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba Bersih Turun Jadi Rp1,5 Triliun
Meski pendapatan operasional meningkat, perseroan mencatat laba bersih konsolidasi setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,5 triliun.
Angka tersebut turun 26 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp1,99 triliun.
Perseroan menyebut tetap fokus menjaga margin bunga bersih tetap sehat di tengah kondisi pasar yang kompetitif.
“SMBC Indonesia tetap fokus mempertahankan NIM yang sehat di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan dan volatilitas pasar yang terus berjalan,” demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan.
SMBC Indonesia Fokus Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan perseroan terus menjaga kinerja perusahaan dengan merespons dinamika pasar dan perubahan kebijakan moneter secara cepat.
Menurut dia, perusahaan juga berupaya menciptakan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berupaya menciptakan dampak berkelanjutan dengan mendukung kemajuan ekonomi Indonesia, mendorong kesejahteraan nasabah, dan memberdayakan komunitas menuju pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Henoch.
Henoch menambahkan seluruh strategi tersebut dijalankan dengan pendekatan adaptif dan fokus pada pertumbuhan yang dinilai bermakna bagi perusahaan maupun masyarakat.
Laporan keuangan konsolidasi SMBC Indonesia periode Januari hingga September 2025 sendiri telah memasukkan kinerja PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) atau Grup OTO setelah resmi menjadi bagian dari SMBC Indonesia sejak akhir Maret 2024. (nsp)