news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Menteri Ara Ungkap Penyaluran KUR Perumahan BRI Tembus Rp9,2 Triliun, Terbesar dari Semua Bank

Menteri Ara mengungkap BRI jadi penyalur KPP terbesar di Indonesia dengan realisasi Rp9,2 triliun atau 54 persen dari total nasional, bahkan lebih besar dibanding gabungan bank lainnya.
Selasa, 26 Mei 2026 - 11:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, baru saja bertemu Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, untuk membahas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan. Pertemuan itu juga membahas dukungan pembiayaan untuk UMKM, rumah subsidi tapak, rumah susun subsidi, hingga pengembangan kota satelit baru.

Menteri PKP yang akrab disapa Ara itu mengatakan, BRI saat ini menjadi bank dengan realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) terbesar di Indonesia. Hingga 25 Mei 2026, total penyaluran KPP BRI tercatat mencapai Rp9,2 triliun.

Ara menjelaskan, realisasi tersebut berasal dari sisi suplai dan permintaan. Dari sisi suplai, penyaluran diberikan kepada 752 nasabah dengan nilai Rp1,1 triliun.

Adapun dari sisi permintaan, realisasinya mencapai 65.576 nasabah dengan nilai Rp8,1 triliun atau sekitar 54 persen dari total realisasi nasional.

"Jadi terbesar dari semua bank. Jadi semua bank digabung, dengan BRI sendiri, lebih banyak BRI,” kata kata Ara di Kantor pusat BRI, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Secara nasional, realisasi KPP hingga 25 Mei 2026 telah mencapai Rp16,8 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari penyaluran sisi suplai kepada 1.875 nasabah senilai Rp4,8 triliun dan sisi permintaan kepada 78.001 nasabah dengan nilai Rp11,99 triliun.

Ara mengatakan, program KPP dirancang untuk mendukung dua sektor utama, yakni suplai dan permintaan. Pada sisi suplai, fasilitas pembiayaan dapat dimanfaatkan kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan dengan plafon maksimal Rp10 miliar. Nilai itu dapat diperpanjang hingga Rp20 miliar dengan bunga subsidi sebesar 5 persen.

Sementara dari sisi permintaan, program ditujukan bagi pelaku UMKM yang ingin membeli, membangun, atau merenovasi properti untuk mendukung kegiatan usaha mereka.

Ara juga mengungkapkan kuota KPP BRI telah ditambah dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun lantaran penyaluran sebelumnya sudah terserap seluruhnya.

“Yang Rp8 triliun sudah terserap semua. Sekarang sudah Rp9,2 triliun. Jadi kalau tidak salah, pada April atau awal Mei ya, BRI sudah 100% melebihi platform-nya yang Rp8 triliun. Padahal itu baru pada akhir bulan keempat. Jadi terima kasih kerjanya luar biasa dari BRI,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ara turut memaparkan program gentingisasi yang tengah didorong pemerintah atas inisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Program itu akan melibatkan sentra produksi genteng di berbagai daerah, mulai dari Jatiwangi di Majalengka, Plered di Purwakarta, hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ara juga meminta BRI mendukung pembiayaan UMKM yang terlibat dalam program tersebut. “Jadi nanti pendanaannya untuk UMKM, BRI siap ya? Jadi BRI berpartisipasi, kalau diperlukan ya, untuk siap men-support dari segi pendanaan," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Hery Gunardi menegaskan BRI akan terus memperluas pemerataan penyaluran KPP melalui jaringan kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

“BRI ini punya cabang banyak, tersebar di seluruh Indonesia, 7.500 cabang lebih yang terdiri dari cabang dan juga unit. Jadi artinya, pemerataan ini harus terjadi, harus dijalankan sesuai dengan sebaran titik-titik cabang,” tutur Hery.

Ia menambahkan, BRI siap bergerak cepat untuk mendukung berbagai program pembiayaan yang tengah didorong pemerintah. “Mungkin dengan speed dan kecepatan kita, alhamdulillah BRI sudah bisa mendukung program ini dengan baik,” jelasnya. (rpi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:13
01:30
05:01
01:06
05:53
07:09

Viral