news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing.
Sumber :
  • ANTARA

Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000, Sejumlah Bank di RI Sudah Jual di Atas Level Psikologis

Kurs dolar AS hari ini mendekati Rp18.000 usai rupiah melemah ke Rp17.775 per dolar AS. Sejumlah bank di Indonesia sudah menjual dolar di atas Rp18.000.
Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB
Reporter:
Editor :

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan kurs per pukul 11.22 WIB:

Special Rate:

  • Beli: Rp17.740

  • Jual: Rp17.770

TT Counter:

  • Beli: Rp17.835

  • Jual: Rp17.535

Bank Notes:

  • Beli: Rp17.835

  • Jual: Rp17.535

BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menetapkan kurs per pukul 14.50 WIB:

Special Rates:

  • Beli: Rp17.780

  • Jual: Rp17.800

TT Counter:

  • Beli: Rp17.740

  • Jual: Rp17.810

Bank Notes:

  • Beli: Rp17.740

  • Jual: Rp17.810

BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menetapkan kurs per pukul 15.00 WIB:

E-Rate:

  • Beli: Rp17.598

  • Jual: Rp17.800

TT Counter:

  • Beli: Rp17.605

  • Jual: Rp17.905

Kurs jual dolar AS di BRI melalui TT Counter bahkan sudah mendekati Rp17.900 per dolar AS.

UOB Indonesia

Bank UOB Indonesia menetapkan kurs per pukul 08.23 WIB:

  • Beli: Rp17.412

  • Jual: Rp17.962

Level tersebut membuat kurs jual dolar AS di UOB semakin dekat ke Rp18.000.

CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk menetapkan kurs per pukul 14.30 WIB:

Kurs valas:

  • Beli: Rp17.782

  • Jual: Rp17.797

Kurs converter:

  • Beli: Rp17.782

  • Jual: Rp17.797

Rupiah Kembali Cetak Rekor Terlemah

Pelemahan rupiah kali ini kembali mencetak rekor terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Posisi Rp17.775 per dolar AS membuat tekanan terhadap mata uang domestik semakin menjadi sorotan pelaku pasar.

Kondisi tersebut juga berdampak pada kurs jual dolar AS di perbankan nasional yang bergerak semakin tinggi. Beberapa bank bahkan telah menjual dolar AS di atas level Rp18.000.

Situasi ini menjadi perhatian menjelang periode libur panjang, di tengah tingginya kebutuhan valuta asing dan pergerakan pasar global yang masih dipengaruhi penguatan dolar AS.

Dengan posisi rupiah yang terus berada di bawah tekanan, pelaku pasar kini menanti arah kebijakan dan sentimen global berikutnya yang dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar dalam waktu dekat. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:36
04:36
05:49
03:15
02:13
01:30

Viral