news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Belajar dari APBN 2025, Wamenkeu Suahasil Paparkan Ketahanan Fiskal dalam Menjaga Defisit di Bawah 3%

Wamenkeu Suahasil Nazara memaparkan bagaimana kinerja APBN 2025 menjadi contoh nyata bagaimana instrumen fiskal mampu menyesuaikan dengan perubahan kondisi ekonomi.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Saat banyak negara mulai melonggarkan batas defisit fiskal namun belum mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang optimal, Kementerian Keuangan tetap berupaya menjaga defisit anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyatakan bahwa perpaduan antara disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang solid menjadi bukti kuat ketahanan struktur APBN Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy yang digelar di Kantor Dewan Ekonomi Nasional beberapa Waktu lalu, Suahasil menjelaskan kemampuan APBN beradaptasi melalui penerapan kebijakan anggaran yang fleksibel atau adaptive budget policy.

Menurutnya, kinerja APBN 2025 menjadi contoh nyata bagaimana instrumen fiskal mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi ekonomi.

Wamenkeu menjelaskan bahwa pada awal 2025, Kementerian Keuangan menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berhasil memangkas anggaran hampir 9 persen di berbagai sektor birokrasi.

Kebijakan penataan anggaran itu menghasilkan penghematan hampir Rp170 triliun tanpa mengganggu pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan.

Di sisi lain, kebijakan fiskal yang diterapkan tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia tercatat membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen sepanjang 2025.

Ke depan, Suahasil menegaskan pemerintah akan terus mempertahankan target defisit anggaran di bawah 3 persen dari PDB. Untuk tahun 2026, defisit diproyeksikan berada di kisaran 2 persen, sedangkan dalam rancangan APBN 2027 ditetapkan pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen sesuai arahan Presiden kepada DPR RI.

“Anda bisa melihat banyak negara lain di luar sana, mereka tidak lagi mematuhi defisit fiskal di bawah 3%, namun mereka mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Jadi saya sangat berharap kombinasi ini menunjukkan kekuatan Indonesia,” ujar Suahasil, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Dalam upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Kementerian Keuangan mengarahkan kapasitas fiskal untuk meningkatkan produktivitas nasional, terutama melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penyesuaian peran APBN. Ke depan, anggaran negara akan lebih difokuskan pada penyediaan layanan publik dan perlindungan sosial. Sementara itu, pendanaan investasi publik yang bersifat strategis akan dikelola melalui Danantara. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral