news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gedung Bank Indonesia.
Sumber :
  • BI

Tak Hanya Naikkan Suku Bunga 5,5 Persen, Bank Indonesia Beri Insentif Khusus Bagi Investor Asing

BI tidak hanya menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen, tetapi juga meluncurkan serangkaian kebijakan moneter agresif untuk membendung tekanan terhadap rupiah yang terus melemah akibat gejolak global dan keluarnya dana asing dari pasar domestik.
Selasa, 9 Juni 2026 - 13:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.comBank Indonesia (BI) tidak hanya menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen, tetapi juga meluncurkan serangkaian kebijakan moneter agresif untuk membendung tekanan terhadap rupiah yang terus melemah akibat gejolak global dan keluarnya dana asing dari pasar domestik.

Dalam langkah yang mencerminkan meningkatnya kewaspadaan otoritas moneter, BI mengombinasikan kenaikan suku bunga dengan berbagai insentif baru guna meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan penguatan kebijakan dilakukan melalui sejumlah instrumen moneter yang secara langsung menyasar investor asing dan likuiditas perbankan nasional.

“Di samping kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing,” kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk seluruh tenor enam bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan.

Kebijakan ini dirancang agar instrumen keuangan Indonesia tetap menarik dibandingkan negara-negara lain yang juga tengah bersaing memperebutkan aliran modal global.

“Kenaikan struktur suku bunga SRBI pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya investasi portofolio asing,” ujar Ramdan.

Menurut BI, penyesuaian imbal hasil SRBI akan dilakukan sesuai mekanisme pasar sehingga tetap mencerminkan kondisi pasar keuangan yang sebenarnya.

“Kenaikan struktur suku bunga SRBI dimaksud dilakukan sesuai mekanisme pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain,” tegasnya.

Selain menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, BI juga memberikan insentif baru berupa pemangkasan biaya lindung nilai bagi investor asing.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban investasi sekaligus meningkatkan minat investor global menempatkan dananya di Indonesia.

“Pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor,” kata Ramdan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:35
00:51
00:54
00:47
06:54
01:12

Viral