news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin..
Sumber :
  • DPR RI

Menakar Dampak Ekonomi Usai AS-Iran Sepakat Damai, DPR Sorot Peluang Harga BBM Turun dan Nilai Tukar Menguat

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menilai MoU kesepakatan damai antara AS dan Iran mestinya memberikan dampak perbaikan ekonomi yang luas, termasuk untuk Indonesia.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenew.com - Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan konflik di Timur Tengah, dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin menilai stabilitas kawasan akan berpengaruh langsung terhadap kelancaran perdagangan global, harga energi, serta penguatan nilai tukar rupiah.

“Indonesia jelas akan mendapatkan dampak positif. Aktivitas impor dan ekspor yang menjadi salah satu fondasi ekonomi nasional dapat kembali berjalan lebih lancar,” ujar Nurul Arifin dilansir Sabtu (19/6/2026).

Menurutnya, meredanya ketegangan AS dan Iran akan membuka peluang terciptanya stabilitas ekonomi global setelah berbulan-bulan konflik tersebut memicu ketidakpastian pasar internasional. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz .

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai, kelancaran distribusi energi lewat Selat Hormuz akan membantu menekan gejolak harga minyak dunia yang selama ini jadi faktor pemicu ketidakstabilan global.

Di Indonesia sendiri, ketegangan tersebut memicu naiknya Harga bahan bakar minyak (BBM) hingga melemahnya nilai tukar.

“Paling tidak Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Ini tentu positif bagi iklim politik dan ekonomi global karena distribusi energi dunia menjadi lebih lancar,” katanya.

Kemudian, Nurul menambahkan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah juga berpotensi menjaga nilai tukar dolar AS. Hal ini akan memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah yang sebelumnya sangat tertekan. 

“Jika situasi di sana stabil, maka harga minyak berpotensi turun, nilai tukar dolar lebih stabil, dan rupiah juga bisa semakin menguat. Jadi, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang berkonflik, tetapi juga negara lain termasuk Indonesia,” jelasnya.

Harapannya, membaiknya kondisi ekonomi global juga akan turut membantu mengurangi tekanan ekonomi yang selama ini dirasakan banyak negara.

Hal itu adalah bukti bahwa gejolak ekonomi seringkali berimbas pada kondisi sosial dan politik di dalam negeri.

“Penguatan ekonomi ini juga diharapkan mampu mereduksi berbagai gejolak yang muncul akibat tekanan ekonomi global. Banyak persoalan politik yang berawal dari tekanan ekonomi, sehingga ketika ekonomi membaik maka stabilitas nasional juga akan lebih terjaga,” ungkapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral