news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, di rangkaian 17th Annual Meeting of the New Champions 2026 (Summer Davos) yang diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF) di Dalian, China, Selasa (23/06/2026)..
Sumber :
  • Istimewa

Summer Davos 2026, Anindya Bakrie Tegaskan RI Punya Modal Besar Jadi Pemain Utama di Era SDV

Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan kesiapan Indonesia untuk jadi pemain utama dalam transformasi industri otomotif berbasis perangkat lunak.
Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam perkembangan industri kendaraan berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicles (SDV).

Dalam rangkaian 17th Annual Meeting of the New Champions 2026 atau 'Summer Davos' yang diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF) di Dalian, China, Selasa (23/06/2026), Indonesia dinilai memiliki modal besar berkat kekayaan mineral kritis, potensi energi terbarukan, dan bonus demografi. Saat menjadi pembicara dalam sesi bertajuk "When Cars Became Software", pria yang akrab disapa Anin ini memaparkan bagaimana kekuatan domestik tersebut dapat dioptimalkan.

Transformasi industri otomotif menuju kendaraan berbasis perangkat lunak tidak hanya berbicara mengenai data dan teknologi digital, tetapi juga mencakup kebutuhan terhadap material maju, energi, serta kemampuan manufaktur berteknologi tinggi.

Ketika kita berbicara mengenai mobil yang menjadi perangkat lunak, kita juga berbicara mengenai sebuah platform, bukan hanya untuk perangkat lunak dan data, tetapi juga untuk ilmu material, mineral kritis, energi, dan tentu saja manufaktur maju,” ujar Anin di hadapan para panelis dunia.

Indonesia beruntung karena memiliki hampir seluruh mineral kritis yang dibutuhkan dalam pengembangan kendaraan listrik maupun SDV. Saat ini, Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia sekaligus masuk dalam jajaran lima besar global untuk komoditas tembaga, seng, bauksit, dan timah. “Kemampuan Indonesia untuk mengolah mineral-mineral kritis tersebut akan sangat membantu perkembangan software-defined vehicles,” kata Anin menambahkan.

Selain kekayaan sumber daya alam, potensi energi terbarukan menjadi keunggulan lain yang dimiliki Indonesia untuk mendukung ekosistem ini. Saat ini kapasitas energi terpasang nasional mencapai sekitar 100 gigawatt yang masih didominasi energi konvensional, namun pemerintah menargetkan sekitar 75% tambahan kapasitas pembangkit baru ke depan akan berasal dari sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, panas bumi, dan hidro. Menurut Anin, transisi energi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong transformasi industri nasional menuju industri yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya manusia dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 285 juta jiwa dan pertumbuhan sekitar lima juta kelahiran setiap tahun. Konsekuensinya, industrialisasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:09
01:39
05:35
03:36
12:21
05:10

Viral