- KJRI Cape Town
12 Perusahaan RI Ambil Bagian di Africa Food Show 2026, Perkuat Jejak Indonesia di Pasar Afrika
Jakarta, tvOnenews.com – Indonesia belum lama ini kembali menunjukkan komitmennya untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan kawasan Afrika melalui partisipasi pada Africa Food Show (AFS) 2026 yang berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan.
Dibuka pada 10 Juni 2026, sebanyak 12 perusahaan RI ambil bagian dalam pameran internasional tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan di Paviliun Indonesia.
Berbagai produk yang ditampilkan mulai dari makanan dan minuman olahan, rempah-rempah, bahan baku pangan, hingga produk pendukung industri yang memiliki potensi besar untuk memasuki pasar Afrika Selatan dan kawasan Afrika secara lebih luas.
Partisipasi Indonesia tersebut merupakan kerjasama antara KJRI Cape Town, ITPC Johannesburg, Indobizco dan para pelaku usaha Indonesia.
Kerja sama itu menjadi bukti semakin meningkatnya perhatian pelaku usaha Indonesia terhadap Afrika yang saat ini menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi paling menjanjikan di dunia.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, Tudiono, dalam sambutan pembukaan Paviliun Indonesia menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Africa Food Show memiliki arti strategis di tengah upaya diversifikasi pasar ekspor nasional dan semakin besarnya potensi ekonomi Afrika.
“Partisipasi ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi juga membuka peluang pasar baru, memperluas jejaring bisnis, membangun kemitraan jangka panjang, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar Afrika yang terus berkembang,” ujarnya dikutip Kamis (25/6/2026).
Africa Food Show merupakan salah satu pameran industri makanan dan minuman terbesar di kawasan Afrika. Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan pertama dengan nama Africa Food Show setelah sebelumnya dikenal sebagai Africa’s Big 7.
Pada tahun tersebut pameran berhasil menarik lebih dari 300 exhibitor dan 9.448 pengunjung bisnis (trade visitors). Untuk penyelenggaraan tahun 2026, panitia menargetkan lebih dari 350 exhibitor dari lebih dari 20 negara dengan fokus memperluas jaringan pembeli dari berbagai negara di kawasan Sub-Sahara Afrika.
Pameran tahun ini menghadirkan peserta dari berbagai negara, antara lain Afrika Selatan, Indonesia, India, Tiongkok, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brasil, dan sejumlah negara lainnya. Keberagaman peserta tersebut menunjukkan semakin pentingnya Afrika sebagai salah satu pusat pertumbuhan perdagangan dan investasi dunia.