- KJRI Cape Town
12 Perusahaan RI Ambil Bagian di Africa Food Show 2026, Perkuat Jejak Indonesia di Pasar Afrika
Potensi ekonomi Afrika memang semakin menarik perhatian pelaku usaha global. Dengan populasi sekitar 1,5 miliar jiwa atau hampir 18 persen penduduk dunia, serta pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, Afrika menjadi salah satu kawasan dengan prospek pertumbuhan konsumsi terbesar dalam beberapa dekade ke depan.
Selain itu, implementasi African Continental Free Trade Area (AfCFTA) membuka peluang terbentuknya pasar terpadu terbesar di dunia berdasarkan jumlah negara anggota, sehingga memperkuat daya tarik Afrika sebagai tujuan ekspansi perdagangan internasional.
Menurut Tudiono, Afrika Selatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam konteks tersebut. Sebagai salah satu ekonomi terbesar dan paling terdiversifikasi di Afrika, negara ini didukung oleh infrastruktur, sistem logistik, dan jaringan distribusi yang relatif maju sehingga berfungsi sebagai salah satu gerbang utama menuju pasar Afrika yang berpenduduk sekitar 1,5 miliar jiwa dan terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global baru.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan rantai pasok internasional, diversifikasi pasar menjadi semakin penting. Afrika Selatan dapat menjadi titik masuk yang efektif bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar Afrika yang lebih luas,” katanya.
Partisipasi Indonesia pada AFS 2026 juga didukung oleh modal historis yang kuat. Hubungan Indonesia dan Afrika Selatan tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi, tetapi juga memiliki kedekatan sejarah dan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Jejak komunitas Muslim Nusantara di Cape Town, termasuk kontribusi para ulama dan tokoh asal Kepulauan Indonesia dalam perkembangan masyarakat setempat, menjadi salah satu fondasi hubungan antarmasyarakat yang hingga kini tetap terjaga.
Tahun ini, Indonesia diwakili oleh 12 perusahaan, yaitu ABC President, Alco Langit Semesta, Cahaya Sinar Terang, Daesang Mamasuka, IClean, Kapal Api Group, Khong Guan, Kobumi, Konimez, Manohara Asri, Persatouone Komoditas Indonesia, dan T3 Premium Tea.
Selain mengikuti African Food Show, delegasi juga akan mengikuti business meeting dengan pelaku usaha setempat dan Wesgro kantor promosi perdagangan dan investasi Western Cape di Ruang Garuda KJRI pada tanggal 12 Juni 2026.
Keikutsertaan perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai peluang bisnis konkret, memperluas jaringan kemitraan, sekaligus memperkenalkan kualitas dan daya saing produk Indonesia kepada pasar Afrika.