news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Ilustrasi Saham.
Sumber :
  • Antara

IHSG Dibuka Menguat 36 Poin pada Perdagangan 29 Juni 2026, Berpotensi Sideways

IHSG berpotensi sideways alias datar pada perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026). Adapun pada perdagangan hari ini IHSG dibuka menguat 36 poin atau 0,62 persen di level 5.932. 
Senin, 29 Juni 2026 - 09:36 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman memprediksi IHSG berpotensi sideways alias datar pada perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026). 

Adapun pada perdagangan hari ini IHSG dibuka menguat 36 poin atau 0,62 persen di level 5.932. 

"IHSG berpotensi sideways di area 5.850-6.000," terang Fanny dalam riset hariannya, Senin (29/6/2026). 

Sebagian besar bursa Asia turun pada perdagangan Jumat (26/6/2026) pekan lalu.

Sebagian besar bursa Asia turun karena saham-saham chip big-cap kehilangan sebagian keuntungan setelah naik tinggi pada perdagangan Kamis (25/6/2026).

Indeks Nikkei 225 Jepang menurun 4,15 persen dan Topix turun 1,32 persen. Hang Seng Hong Kong melemah 1,76 persen, Taiex Taiwan turun 3,64 persen dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 5,81 persen.

Sementara itu, ASX 200 Australia naik 0,18 persen, Straits Times turun 0,52 persen dan FTSE Malaysia menguat 0,24 persen.

Pergerakan tersebut ditandai dengan volatilitas tinggi di sektor teknologi.

Dalam risetnya, dia memaparkan fluktuasi pasar saham terbaru menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor tentang apakah raksasa teknologi yang selama ini menopang kenaikan pasar saham akan terus membenarkan ekspektasi tinggi yang tertanam pada harga saham.

Kekhawatiran tentang pengeluaran AI telah mendorong pergerakan tajam pada saham chip akhir pekan lalu.  

"Support IHSG berada di level 5.750-5.850, sementara resist IHSG di rentang 6.000-6.100," katanya.

Untuk diketahui, mayoritas indeks-indeks saham Wall Street mayoritas tertekan pada perdagangan Jumat (26/6/2026).

Nasdaq Composite melemah 0,24 persen, S&P 500 turun tipis 0,05 persen dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,09 persen.

Tekanan terbesar berasal dari saham-saham chip setelah The New York Times melaporkan bahwa OpenAI mempertimbangkan menunda IPO hingga tahun depan.

Penundaan tersebut disebabkan pelemahan kinerja saham SpaceX pascamelantai di bursa serta tingginya volatilitas saham-saham berbasis AI. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:32
02:14
04:04
03:46
01:55
01:20

Viral