news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Perdagangan Budi Santoso..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Harga CPO Naik, Mendag Belum Mau Naikkan HET MinyaKita: Konsumen Jadi Pertimbangan Utama

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah sampai saat ini masih mempertahankan HET Minyakita sesuai hasil rapat koordinasi lintas kementerian.
Selasa, 30 Juni 2026 - 14:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah belum berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita meski harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia terus menguat.

Kementerian Perdagangan menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan kepentingan petani, produsen, hingga daya beli masyarakat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih mempertahankan HET Minyakita sesuai hasil rapat koordinasi lintas kementerian.

“Oh, kan belum. Jadi gini apa namanya, sampai sekarang kan tidak naik. Jadi sesuai hasil rapat itu kan nanti dengan beberapa pertimbangan, ya hasil rakor waktu itu ya. Jadi sampai sekarang sih belum ada kenaikan,” kata Budi Santoso di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah tren kenaikan harga CPO global. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives (BMD), harga kontrak berjangka CPO kembali menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), didorong meningkatnya ekspor Malaysia dan dimulainya implementasi program biodiesel B50 di Indonesia.

Meski demikian, Budi menegaskan pemerintah tidak hanya melihat pergerakan harga bahan baku, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan seluruh rantai pasok industri minyak goreng.

“Ya, jadi kita terus gini ya, kita kalau di perdagangan kan pasti ada ekosistemnya ya. Jadi bagaimana kita juga melindungi petaninya gitu ya, kemudian produsen dengan harga CPO yang naik dan juga biaya produksi,” ujarnya.

Menurut Budi, perlindungan terhadap konsumen tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan harga MinyaKita. Pemerintah juga memperhitungkan dampak psikologis apabila terjadi penyesuaian harga di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Tapi kita juga harus melihat konsumennya gitu ya, dan juga aspek psikologisnya. Jadi kita nanti kita lihat, kami juga komunikasi terus dengan produsen ya, dengan konsumen dan juga dengan asosiasi. Kita komunikasi terus,” katanya.

Saat ditanya apakah kondisi perekonomian menjadi salah satu alasan pemerintah menahan kenaikan HET MinyaKita, Budi menegaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh.

“Tadi saya sampaikan banyak pertimbangan ya, tadi dari sisi produknya artinya dari petaninya, kemudian dari biaya distribusi tapi juga dari konsumen ya,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi pasar sebelum mengambil keputusan terkait HET MinyaKita.

“Jadi bagaimana ketika ekosistem nanti berjalan dengan baik, ya nanti sesuai hasil rakor itu ya sampai sekarang memang belum kita naikkan,” pungkasnya. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral