news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi uang rupiah dan dolar.
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

Rupiah Tertekan, Pasar Dibayangi Konflik AS-Iran hingga Ancaman Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pengamat menilai pelemahan mata uang rupiah tidak hanya dipicu sentimen global, tetapi juga meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.
Selasa, 30 Juni 2026 - 17:30 WIB
Reporter:
Editor :

Kondisi tersebut terus memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, sementara Israel hingga kini juga belum bergabung dalam proses pembicaraan damai.

Selain isu geopolitik, pasar global juga dibayangi ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi pada tahun ini. Sikap hawkish yang ditunjukkan bank sentral AS dalam pertemuan Juni membuat investor semakin berhati-hati.

“Selain itu, keyakinan yang semakin besar bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini. Hal ini terjadi setelah bank sentral menunjukkan sikap hawkish selama pertemuan Juni, dengan beberapa pembuat kebijakan terlihat menyerukan kenaikan suku bunga,” ujarnya.

Perhatian investor kini beralih pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Kamis diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 114.000 lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,3 persen.

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 55 poin ke level Rp17.906 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.851.

Pelemahan tersebut tidak hanya dipicu sentimen global, tetapi juga meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk menyusutnya surplus perdagangan, pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), serta tekanan inflasi di sejumlah daerah. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral