- PNM.
Perempuan Prasejahtera Dinilai Punya Peran Besar Menggerakkan Ekonomi Lokal
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya memperluas akses keuangan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro dinilai semakin penting di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi sektor usaha kecil.
Pendekatan pembiayaan yang disertai pendampingan usaha kini dianggap lebih efektif dalam mendorong perempuan prasejahtera agar mampu bertahan sekaligus berkembang secara mandiri.
Sejumlah lembaga keuangan dan program pemberdayaan mulai mengubah pola pendekatan kepada pelaku usaha ultra mikro. Tidak lagi sekadar memberikan pinjaman modal, namun juga menghadirkan pendampingan usaha, pelatihan pengelolaan keuangan hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Model pendampingan seperti ini dinilai penting karena banyak pelaku usaha kecil, khususnya perempuan, menghadapi tantangan bukan hanya dari sisi modal, tetapi juga keterbatasan akses pengetahuan usaha, pemasaran, dan teknologi digital. Kondisi tersebut membuat usaha mikro rentan stagnan bahkan berhenti berkembang.
Di sisi lain, perempuan pelaku usaha ultra mikro selama ini menjadi salah satu kelompok yang berperan besar dalam menopang ekonomi keluarga. Banyak di antaranya memulai usaha dari rumah dengan skala sangat kecil, mulai dari berdagang makanan, kerajinan tangan hingga jasa rumahan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu model pemberdayaan itu dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Program tersebut menyasar perempuan prasejahtera yang selama ini sulit mengakses layanan keuangan formal.
Pendekatan itu pula yang mengantarkan PNM menerima apresiasi sebagai perusahaan dengan kontribusi dalam pemberdayaan perempuan di sektor pembiayaan ultra mikro. Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian terhadap dampak pemberdayaan yang dinilai berhasil mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Saat ini, PNM tercatat telah melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera. Sebagian besar nasabah menjalankan usaha ultra mikro di sektor informal dengan skala rumahan.
Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki mengatakan pembiayaan yang diberikan perusahaan tidak berhenti pada penyaluran modal usaha semata.
“Di balik pembiayaan yang diberikan, terdapat proses pendampingan dan pemberdayaan rutin melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk meningkatkan literasi keuangan, berbagi pengalaman usaha, hingga memperkuat jejaring sosial di antara sesama nasabah,” ujar Sunar dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/6/2026).
Selain pembiayaan tanpa agunan, para nasabah juga memperoleh pelatihan pengembangan usaha, literasi keuangan hingga pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi. PNM juga memfasilitasi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. (cmi)