news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Puluhan anak dari Indonesia Timur mendapatkan beasiswa dari Eramet dan KBF Indonesia..
Sumber :
  • Istimewa

Anak Nelayan hingga Buruh Pasar dari Indonesia Timur Dapat Beasiswa Eramet dan KBF, Diharap Bisa Ikut Bangun Daerah

Puluhan anak dari Indonesia Timur mendapatkan kesempatan kuliah melalui Beasiswa Eramet Beyond. Program ini membekali pendidikan, kepemimpinan, dan mendorong untuk ikut membangun daerah.
Minggu, 5 Juli 2026 - 16:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 41 anak dari berbagai wilayah Indonesia Timur menerima Program Beasiswa Eramet Beyond. Puncak rangkaian penyaluran beasiswa kuliah itu digelar dalam agenda "Eramet Beyond: From Journey to Impact" yang diselenggarakan di Jakarta pada 29–30 Juni 2026 pekan lalu.

Mulai dari anak nelayan hingga anak buruh pasar dari Indonesia Timur berkumpul untuk merayakan perjalanan, pembelajaran, dan dampak yang telah mereka ciptakan selama mengikuti program.

Bagi Kitong Bisa Foundation (KBF), momen tersebut bukan sekadar seremoni penutupan sebuah program. Melainkan bagian dari perjalanan panjang yang dimulai bertahun-tahun lalu dari sebuah tempat pembelajaran nom-formal di Papua.

Inisiatif tak terlepas dari sosok Isaschar Mambrasar yang menjadi inspirasi dalam mengabdi di Papua selama 40 tahun.

Ayah dari staf khusus kepresidenan serta wirausahawan sosial, Gracia Billy Mambrasar, melihat banyak anak-anak berbakat tidak dapat mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi, lahirlah sebuah inisiatif sederhana untuk membantu mereka tetap mendapatkan pendidikan.

Dimulai dari 5 siswa didik dan dengan keyakinan bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan seseorang, Isaschar Mambrasar membangun ruang belajar yang menjadi harapan bagi banyak anak di daerahnya. 

Semangat itu kemudian diwariskan dan terus berkembang menjadi Yayasan Kitong Bisa atau yang dikenal dengan Kitong Bisa Foundation (KBF). Organisasi nirlaba tersebut berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, kepemimpinan, dan pemberdayaan generasi muda di Indonesia Timur yang saat ini sudah memiliki ratusan mahasiswa didik. 

Seiring waktu, KBF tidak hanya membantu anak-anak untuk tetap bersekolah, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan talenta yang memungkinkan generasi muda Indonesia Timur memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berprestasi, dan berkontribusi bagi daerahnya.

Komitmen inilah yang melahirkan berbagai kolaborasi strategis, termasuk bersama Eramet Indonesia melalui Program Beasiswa Eramet Beyond yang diluncurkan pada November 2024 silam.

Melalui program ini, para awardee tidak hanya menerima dukungan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pembinaan kepemimpinan, mentoring, pengembangan kapasitas, serta kesempatan untuk menjalankan berbagai inisiatif sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Ucapan terimakasih diberikan oleh Kitong Bisa Foundation kepada Eramet Indonesia yang telah mempercayakan KBF untuk menjadi kolaborator program beasiswa Beyond Scholarship selama dua tahun ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Mohammad Afif Dzulqifli selaku CEO Kitong Bisa Foundation.

"Terima kasih saya tunjukkan, khususnya kepada Eramet Indonesia yang telah mempercayakan kolaborator program Beyond Scholarship, yang tidak terasa sudah dua tahun ini. Beasiswa ini memberikan dampak dan kesan mendalam bagi tiap awardee," ujar Afif dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (5/7/2026).

CEO Kitong Bisa Foundation menyampaikan bahwa hanya 32% siswa di Indonesia yang melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Sehingga diharapkan program beasiswa kuliah ini ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM> Ia juga berpesan, agar para awardee untuk nantinya kembali dan membangun daerahnya masing-masing. 

"Menurut BPS Indonesia, hanya 32% siswa yang bisa melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Ini berarti, hanya 3 dari 10 orang yang bisa melanjutkan ke bangku kuliah. Ini menunjukan bahwa kuliah adalah sebuah privilege. Ditambah dengan mendapatkan beasiswa, merupakan privilege yang sangat besar. Itu berarti teman-teman di sini sangat beruntung mendapatkan privilege tersebut. Saya harap, dari program ini, teman-teman dapat memberikan dampak dan solusi nyata. Dan pesan saya untuk teman-teman, untuk bisa pulang dan kembali membangun daerah masing-masing. " ujar Afif.

CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet, sebagai mitra program juga hadir dalam acara puncak. Hadir pula Kevin Alexander Woodward selaku Deputi General Manager Bidang Layanan Teknis Pertambangan PT Weda Bay Nickel, Djodi Hadi yang merupakan Chief New School Ventures Officer (CNV) Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia, dan konten kreator Rian Farhady yang berfokus pada bidang pendidikan. 

Mengusung tema "From Journey to Impact", acara ini menjadi simbol bahwa perjalanan pendidikan tidak berhenti pada bangku kuliah. Lebih dari itu, pendidikan menjadi bekal untuk menciptakan perubahan yang lebih besar bagi masyarakat. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral