news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Agus Syaiful Anwar, Division Head Strategic Business Development Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap.
Sumber :
  • Ist

Andalkan Pertumbuhan Organik Tanpa Rights Issue, Bank Mantap Bidik Naik ke KBMI 3 pada 2028

Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap optimistis naik ke KBMI 3 pada 2028 melalui pertumbuhan organik. Penguatan laba, modal inti, dan CAR di atas 30 persen menjadi modal utama ekspansi.
Senin, 6 Juli 2026 - 15:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menargetkan dapat naik kelas dari Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 menjadi KBMI 3 pada 2028. 

Berbeda dengan banyak perusahaan yang mengandalkan tambahan modal dari pemegang saham, Bank Mantap memilih memperkuat modal secara organik melalui pertumbuhan laba yang konsisten dan kebijakan pengelolaan keuntungan yang lebih konservatif.

Division Head Strategic Business Development Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar, mengatakan perusahaan optimistis mampu memenuhi persyaratan modal inti KBMI 3 tanpa melakukan aksi korporasi berupa rights issue.

Menurut Agus, perubahan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Pada 2017, laba Bank Mantap masih berada di kisaran Rp50 miliar sehingga ekspansi bisnis masih membutuhkan dukungan modal dari para pemegang saham, yakni Bank Mandiri dan Taspen.

Modal Organik Jadi Andalan Menuju KBMI 3

"Pada 2017 laba Bank Mantap masih sekitar Rp50 miliar sehingga saat itu ekspansi masih membutuhkan dukungan modal dari pemegang saham, yakni Bank Mandiri dan Taspen. Namun sejak 2020 hingga sekarang, kebutuhan modal sudah bisa dipenuhi secara organik," ujar Agus saat Media Gathering di Mantap Learning Center, Bali, 4 Juli 2026.

Strategi pertumbuhan organik tersebut dilakukan dengan mengandalkan laba perusahaan sebagai sumber utama penguatan modal. 

Artinya, sebagian besar keuntungan tidak dibagikan sebagai dividen, tetapi ditahan untuk memperbesar modal inti sehingga perusahaan memiliki kapasitas ekspansi yang lebih besar setiap tahunnya.

Saat ini modal inti Bank Mantap telah mencapai sekitar Rp10 triliun atau masih berada dalam kategori KBMI 2. Sementara berdasarkan ketentuan regulator, bank harus memiliki modal inti minimal Rp14 triliun untuk dapat masuk ke kelompok KBMI 3.

CAR di Atas 30 Persen Perkuat Ruang Ekspansi

Optimisme tersebut juga didukung kondisi permodalan yang dinilai sangat kuat. Agus menjelaskan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Mantap kini telah melampaui 30 persen.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang berada pada kisaran 18–20 persen. Bahkan, level tersebut juga berada jauh di atas batas minimum CAR yang diwajibkan regulator sesuai profil risiko masing-masing bank.

"Jadi kita sebenarnya sudah beyond secara permodalan. CAR kami sudah di atas 30 persen, sehingga ruang untuk ekspansi masih sangat besar," katanya.

CAR merupakan salah satu indikator penting dalam industri perbankan karena menunjukkan kemampuan bank menyerap potensi risiko sekaligus menjaga stabilitas ketika menyalurkan kredit. 

Semakin tinggi rasio tersebut, semakin besar pula ruang bagi bank untuk memperluas pembiayaan tanpa mengganggu kesehatan keuangannya.

Selain memperkuat struktur permodalan, Bank Mantap juga menerapkan kebijakan pembagian dividen yang relatif konservatif.

Dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,58 triliun, perusahaan hanya membagikan sekitar 10 persen kepada pemegang saham. Sebaliknya, sekitar 90 persen laba disimpan sebagai laba ditahan untuk memperbesar modal inti.

"Jadi memang sisanya kita putar lagi dalam bentuk modal ditahan," ujar Agus.

Target Laba Naik hingga Rp2,5 Triliun

Bank Mantap juga memasang target pertumbuhan laba secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Setelah membukukan laba bersih Rp1,58 triliun pada 2025, perusahaan menargetkan laba meningkat menjadi sekitar Rp1,7 triliun pada 2026.

Selanjutnya, laba diproyeksikan mencapai sekitar Rp2 triliun pada tahun berikutnya dan terus bertumbuh hingga sekitar Rp2,5 triliun dalam beberapa tahun setelahnya.

Menurut Agus, jika tren tersebut dapat dipertahankan, akumulasi laba ditahan akan mempercepat peningkatan modal inti sehingga target menjadi bank KBMI 3 pada 2028 dapat dicapai tanpa tambahan modal dari pemegang saham.

"Kami masih sangat confidence bisa naik kelas ke KBMI 3 pada 2028 dengan cara organik," tuturnya.

Strategi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan bank tidak selalu bergantung pada suntikan modal baru. Di sejumlah negara, banyak bank regional juga memperbesar skala bisnis melalui penguatan profitabilitas, efisiensi operasional, serta reinvestasi laba secara konsisten. 

Pendekatan serupa kini diterapkan Bank Mandiri Taspen sebagai bagian dari upaya membangun fondasi permodalan yang lebih kuat sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan nasional. (udn)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:59
05:06
06:58
06:06
08:26
04:17

Viral