news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gedung Bank Indonesia.
Sumber :
  • istimewa

Penjualan Eceran Tetap Terjaga, BI Ingatkan Potensi Tekanan Inflasi Meningkat pada Agustus

Perlambatan tersebut dinilai lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan daya beli masyarakat masih bertahan di tengah dinamika ekonomi domestik.
Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan aktivitas belanja masyarakat tetap terjaga pada Juni 2026 meski mencatat kontraksi secara bulanan.

Perlambatan tersebut dinilai lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan daya beli masyarakat masih bertahan di tengah dinamika ekonomi domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 diprakirakan mencapai 221,6, didukung oleh pertumbuhan penjualan secara tahunan, terutama pada kelompok suku cadang dan aksesori serta perlengkapan rumah tangga lainnya.

“Penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan terjaga. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 diprakirakan sebesar 221,6, terutama ditopang oleh pertumbuhan positif penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori maupun Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya,” jelas dia, dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).

Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni diperkirakan masih mengalami kontraksi sebesar 0,8 persen (month-to-month/mtm). 

Namun, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan Mei 2026 yang mencatat penurunan lebih dalam sebesar 1,5 persen (mtm).

“Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan turun sebesar -0,8 persen (mtm), lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang turun sebesar -1,5 persen (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi oleh mulainya periode libur sekolah pada akhir Juni 2026,” tutur dia.

Sementara itu, pada Mei 2026, IPR tercatat sebesar 223,4. Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, serta barang budaya dan rekreasi.

Meski mengalami kontraksi bulanan sebesar 1,5 persen, capaian Mei tetap menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan April 2026 yang mencatat penurunan hingga 11,6 persen (mtm).

“Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 turun sebesar -1,5 persen (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang turun sebesar -11,6 perzen (mtm). 

Perkembangan tersebut dipengaruhi permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak,” jelasnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga mengingatkan adanya potensi peningkatan tekanan inflasi pada Agustus 2026. Hal tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus menjadi 178,0, lebih tinggi dibandingkan Juli yang berada di level 175,8.

Kenaikan ekspektasi harga tersebut didorong oleh meningkatnya harga bahan baku.

“Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada November 2026 diprakirakan relatif stabil,” tegas dia.

“Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 175,8, didorong oleh kenaikan harga bahan baku,” sambung Ramdan.

Meski demikian, tekanan harga diperkirakan mulai mereda menjelang akhir tahun. BI memperkirakan IEH November 2026 sebesar 167,5, relatif stabil dibandingkan Oktober 2026 yang sebesar 167,6, mengindikasikan ekspektasi inflasi masyarakat tetap terkendali pada penghujung tahun.

“Sementara itu, IEH November 2026 diprakirakan sebesar 167,5, relatif stabil dibandingkan dengan IEH Oktober 2026 sebesar 167,6,” tandasnya. (agr/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral