news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto..
Sumber :
  • ekon.go.id

Airlangga Beberkan Strategi RI Jadi Magnet Investasi di Tengah Gejolak Global, Dubes dan Kadin Pegang Peran Kunci

Menko Airlangga mendorong kolaborasi dunia usaha dan para dubes untuk memperkuat diplomasi ekonomi, menarik investasi, dan menjaga pertumbuhan di tengah krisis global.
Minggu, 12 Juli 2026 - 15:58 WIB
Reporter:
Editor :

Bersamaan dengan itu, Indonesia baru saja meluncurkan program Biodiesel B50 untuk mengurangi emisi karbon secara drastis di sektor transportasi. Implementasi B50 juga telah berdampak nyata melalui penghematan devisa hingga Rp 177 triliun, dan mengurangi emisi karbon sekira 44 juta ton setiap tahunnya.

Peluang serupa juga terlihat di industri semikonduktor. Pasalnya, permintaan global untuk produk semikonduktor diproyeksikan mencapai USD1 triliun pada 2030, dan Indonesia juga memiliki permintaan pasar domestik yang signifikan untuk produk ini.

Oleh karena itu, Indonesia bertujuan untuk mencapai swasembada chip semikonduktor melalui pengembangan desain chip dan kemampuan Perakitan, Pengujian, dan Pengemasan (ATP) di dalam negeri.

Berdasarkan survei Japan External Trade Organization (JETRO) tahun 2025 yang dilakukan kepada perusahaan Indonesia dan ASEAN memperlihatkan hasil bahwa Indonesia mempunyai dunia bisnis yang paling stabil dan menguntungkan jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Di masa depan, Indonesia tetap sepenuhnya terbuka, transparan, dan bersemangat untuk menerima foreign direct investment.

Indonesia dengan cepat menyelesaikan beberapa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dan secara agresif memajukan proses aksesi OECD untuk menyelaraskan kerangka peraturan di dalam negeri dengan praktik terbaik internasional. Lebih jauh, kita telah menempatkan aksesi kita ke Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) sebagai prioritas strategis utama.

“Tadi saya sampaikan kepada para Duta Besar bahwa ada beberapa MOU yang dihasilkan dalam kunjungan Bapak Presiden Prabowo sehingga kami berharap mereka juga ikut membantu Indonesia untuk mengawal realisasi daripada investasi. Karena, ada pendapat yang mengatakan bahwa kita perlu bekerja bersama untuk menavigasi ketidakpastian dalam ekonomi global. Mari kita manfaatkan kekuatan teknologi, energi hijau, dan kerja sama ekonomi bersama untuk membangun masa depan yang sejahtera bagi semua bangsa,” tutur Menko Airlangga.

Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa diskusi yang terjadi dalam acara hari ini menjadi sangat penting.

Pasalnya, saat ini perekonomian global tidak hanya lebih terhubung antar satu sama lain, tetapi juga jauh lebih rentan karena berbagai factor. Misalnya dari persoalan rantai pasok, arus investasi, kebijakan industri, teknologi, keamanan energi, keamanan pangan, dan geopolitik.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral