news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mendag Budi Santoso dan Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie memamerkan buku We Buy From Indonesia..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Kemendag dan Kadin Siapkan Buku ‘We Buy From Indonesia’, Jurus Baru Genjot Ekspor

Ketum Kadin Anindya Bakrie membeberkan buku We Buy From Indonesia menampilkan sekitar 80 perusahaan global yang selama ini telah membeli produk atau komponen dari Indonesia.
Selasa, 14 Juli 2026 - 13:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan strategi baru untuk memperluas pasar ekspor nasional melalui buku We Buy From Indonesia.

Publikasi yang memuat potensi industri dan produk nasional itu akan menjadi amunisi promosi Indonesia di hadapan pembeli dan investor global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, buku tersebut akan menjadi referensi utama bagi perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dalam memasarkan produk nasional sekaligus menarik investasi.

“Jadi hari ini beliau (Anindya) memberikan buku Pak ya, yang nanti akan dilaunching nanti akan kita kasih tahu tanggalnya. Bukunya judulnya ‘We Buy From Indonesia’. Jadi buku ini sangat bagus untuk mendukung ekspor kita,” jelas dia, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Menurut Budi, buku tersebut memuat berbagai produk yang diproduksi di Indonesia, baik berasal dari investasi asing maupun investasi dalam negeri. Dengan demikian, publikasi itu diharapkan menjadi panduan komprehensif dalam memperluas akses pasar ekspor Indonesia.

“Jadi semua produk yang diproduksi di Indonesia, apakah itu dalam rangka investasi asing maupun investasi dalam negeri, semua ada di buku itu,” tutur dia.

Budi menjelaskan, buku tersebut akan dibagikan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Atase Perdagangan, hingga Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) sebagai materi promosi kepada calon pembeli dan investor dari berbagai negara.

“Jadi ini bisa menjadi pedoman buat kita ketika kita mau meningkatkan ekspor kita. Ya, jadi nanti kita juga akan memberikan bekal kepada perwakilan kita, ke KBRI, Atase Perdagangan, dan juga ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) untuk menambah wawasan mereka dan untuk mensosialisasikan kepada calon-calon buyer dan calon investor untuk datang ke Indonesia,” tegasnya.

Ia menilai masih banyak pelaku usaha internasional yang belum mengenal secara utuh potensi industri dan investasi Indonesia. Karena itu, promosi yang lebih terstruktur dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di pasar global.

“Mungkin dari mereka juga belum mengenal banyak Pak ya tentang Indonesia, potensi Indonesia, investasi di Indonesia itu apa saja,” ungkap Budi.

Kemendag bersama Kadin juga akan memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia sebagai panggung utama memperkenalkan isi buku tersebut kepada pelaku usaha internasional.

“Nah, nanti akan terus kita promosikan bersama Kadin dan juga nanti di Trade Expo ya. Iya, ini kesempatan juga mempromosikan komoditas Indonesia yang ada di dalam buku itu melalui Trade Expo Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, buku We Buy From Indonesia dijadwalkan diluncurkan pada 8 Agustus 2026 setelah memperoleh dukungan dari Kementerian Perdagangan.

“Jadi intinya, buku ini kami minta blessing dari Pak Mendag, kami akan luncurkan pada tanggal 8 Agustus,” ungkap dia.

Anindya menjelaskan, buku tersebut menampilkan sekitar 80 perusahaan global yang selama ini telah membeli produk atau komponen dari Indonesia. Di antaranya perusahaan-perusahaan besar seperti Tesla, IKEA, dan Uniqlo, sebagai bukti bahwa produk Indonesia telah menjadi bagian dari rantai pasok industri dunia.

“Dan di sini ada contoh 80 perusahaan-perusahaan dunia, dari Tesla, dari IKEA, dari Uniqlo yang sudah melakukan pembelian di Indonesia untuk komponennya,” tuturnya.

Untuk menjangkau pasar internasional yang lebih luas, buku tersebut diterbitkan dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Selain menampilkan perusahaan pembeli, buku itu juga memuat informasi mengenai produsen Indonesia yang menjadi pemasok.

“Dan di sini kami buat bukan saja dalam tiga bahasa ya, dari Inggris, Indonesia, dan Cina, tapi kita jelas juga siapa pembelinya dan juga apa pembuatnya,” tandas dia. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral