news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah), Menko Perekonomian Yudhi Sadewa, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Perry Warjiyo: Rating BBB S&P Cerminkan Kepercayaan Global terhadap Ekonomi RI

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan afirmasi peringkat dari S&P menunjukkan kepercayaan investor dan komunitas internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
Selasa, 14 Juli 2026 - 14:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal yang terjadi saat ini bersifat sementara dan diperkirakan akan membaik seiring semakin konsistennya implementasi kebijakan pemerintah.

Lembaga pemeringkat tersebut juga meyakini penerimaan negara akan terus pulih sepanjang tahun ini, sementara kinerja ekspor diproyeksikan meningkat seiring membaiknya harga komoditas dunia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, afirmasi peringkat dari S&P menunjukkan kepercayaan investor dan komunitas internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga.

“Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid,” jelas dia, dalam keterangannya pada media, Selasa (14/7/2026).

Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memperkuat penerimaan negara dan meningkatkan kinerja ekspor sektor sumber daya alam dipandang mampu memperbaiki kondisi fiskal dan eksternal dalam jangka menengah, terutama apabila implementasi kebijakan berjalan secara konsisten dan semakin dapat diprediksi.

S&P juga menilai komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi salah satu faktor utama yang menopang outlook stabil, sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal Indonesia di tengah tekanan global.

Perry menegaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi erat antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hal ini didukung oleh sinergi bauran kebijakan yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” tandas dia.

Ke depan, S&P membuka peluang kenaikan peringkat kredit Indonesia apabila penguatan indikator fiskal dan eksternal terus berlanjut. Dari sisi fiskal, peningkatan peringkat akan ditopang oleh penurunan defisit anggaran secara berkelanjutan, meningkatnya penerimaan negara, biaya pembiayaan yang lebih rendah, serta stabilitas nilai tukar.

Sementara dari sisi eksternal, perbaikan diharapkan datang dari menurunnya utang luar negeri dan kebutuhan pembiayaan eksternal bruto (gross external financing needs).

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di saat bersamaan, koordinasi dengan pemerintah juga akan terus diperkuat, termasuk melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk meredam dampak ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah, terhadap perekonomian domestik.

Selain itu, koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memperkuat pembiayaan bagi pelaksanaan program-program prioritas pemerintah dalam kerangka Asta Cita.

Afirmasi terbaru ini memperpanjang rekam jejak Indonesia sebagai negara dengan investment grade. Sebelumnya, S&P juga mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil pada 29 Juli 2025. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral