- Abdul Gani Siregar-tvOne
Dubes RI Beberkan Nilai Dagang RI-China Rp3.024 Triliun, Tawarkan Indonesia Jadi Hub ASEAN
“Angka ini menunjukkan hubungan ekonomi yang kuat, saling melengkapi, dan terus berkembang. Namun, tugas ke depan, tugas kita ke depan bukan hanya meningkatkan angka perdagangan tetapi juga investasi,” ungkapnya.
“Yang lebih penting adalah memastikan kerja sama tersebut semakin berkualitas, semakin berkelanjutan, dan semakin memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” lanjut dia.
Dalam kesempatan itu, Djauhari juga menawarkan posisi strategis Indonesia sebagai pintu masuk ke pasar ASEAN.
Dengan status sebagai ekonomi terbesar di kawasan, jumlah penduduk terbesar, serta pasar domestik yang luas, Indonesia dinilai memiliki daya tarik yang tidak dimiliki banyak negara lain di Asia Tenggara.
“Indonesia juga memiliki posisi strategis di ASEAN. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, populasi terbesar di kawasan, dan pasar domestik yang sangat besar, Indonesia adalah salah satu motor utama pertumbuhan ASEAN,” jelas dia.
Menurutnya, berinvestasi di Indonesia berarti sekaligus membuka akses menuju pasar regional ASEAN yang terus berkembang.
“Karena itu, berinvestasi di Indonesia bukan hanya berarti masuk ke Indonesia, tetapi masuk juga ke ASEAN,” bebernya.
Djauhari menambahkan Indonesia siap menjadi basis produksi, distribusi, inovasi, sekaligus pusat kemitraan bagi perusahaan-perusahaan China yang ingin memperluas bisnisnya di Asia Tenggara.
“Indonesia dapat menjadi hub produksi, hub distribusi, hub inovasi, hub kemitraan bagi perusahaan Tiongkok yang ingin tumbuh bersama di kawasan. Inilah nilai strategis Indonesia,” pungkasnya. (agr/nsi)