news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani..
Sumber :
  • Setpres

Prabowo Minta Percepat Bangun Indonesia International Financial Center di Bali, Rosan Beberkan Rencananya

Rosan Roeslani mengatakan Prabowo menginginkan proses pembentukan pusat keuangan internasional itu segera dimulai meski transisinya butuh waktu beberapa tahun.
Kamis, 23 Juli 2026 - 17:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) sebagai strategi besar untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam perebutan investasi global.

Pusat jasa keuangan bertaraf internasional itu diproyeksikan menjadi pintu masuk baru bagi arus modal asing sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di sektor keuangan kawasan.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026). Pemerintah diminta segera menindaklanjuti pembentukan IIFC setelah payung hukumnya mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, Prabowo menginginkan proses pembentukan pusat keuangan internasional itu segera dimulai meski pengembangannya membutuhkan waktu beberapa tahun.

“Rencana pelaksanaan dari Indonesia International Financial Center yang memang alhamdulillah undang-undangnya sudah disetujui oleh DPR dan Bapak Presiden minta itu segera ditindaklanjuti, dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi kan perlu ada persiapan mungkin selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” ujar Rosan kepada awak media usai rapat.

Pemerintah memilih Bali sebagai lokasi utama pengembangan IIFC dengan harapan mampu menarik minat investor global. Menurut Rosan, sinyal positif sudah terlihat dari respons para pelaku investasi internasional terhadap rencana tersebut.

Ia mengungkapkan, saat bertemu dengan sejumlah investor di Bali beberapa hari lalu, mayoritas menyambut baik rencana pemerintah membangun pusat keuangan internasional pertama di Indonesia.

“Beberapa hari yang lalu saya juga ke Bali bertemu dengan 11 para investor dari family office dan yang lain-lainnya dan responsnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” katanya.

Selama kawasan utama di Bali dipersiapkan, pemerintah akan mengoperasikan IIFC terlebih dahulu di Jakarta sebagai masa transisi. Tahap ini diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga tahun sembari membangun infrastruktur dan perangkat kelembagaan yang dibutuhkan.

“Mungkin di masa transisi ini, dalam dua atau tiga tahun depan mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa tradisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan, bisa di Jakarta dan juga di Bali,” ucap Rosan.

Pemerintah juga telah menyiapkan gedung yang akan menjadi lokasi operasional awal IIFC di Jakarta. Dalam skema yang disusun, Danantara akan bertindak sebagai pengembang kawasan, sedangkan operasional pusat keuangan internasional akan dipimpin oleh ketua kawasan dan seorang governor yang bertugas membangun sistem serta tata kelola agar IIFC dapat berfungsi secara optimal.

“Kalau Danantara kan sebagai pengembang kawasan, tapi kan dari financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga oleh governor-nya nanti akan men-set up semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar,” tutur Rosan.

Pembentukan Indonesia International Financial Center menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ekosistem investasi nasional. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:19
06:48
01:57
02:25
01:47
01:19

Viral